Rabu, 10 Februari 2010
KOMPAS/WISNU AJI DEWABRATA
Lima penumpang "banana boat" tertawa riang sebelum banana boat itu dijungkirkan di Danau OPI, Palembang, Jumat (6/11). Naik banana boat di Danau OPI menjadi alternatif rekreasi bagi warga Palembang.
PARIWISATA
Basah Kuyup, tetapi Suka

Sabtu, 7 November 2009 | 04:31 WIB

Deru mesin jetski memecah ketenangan Danau OPI, Palembang, Jumat (6/11). Jetski itu menarik sebuah banana boat yang dinaiki oleh lima orang. Saat jetski melaju kencang, pengemudi jetski tiba-tiba membanting kemudi sampai banana boat terbalik dan semua penumpang tercebur ke danau.

Meskipun badannya basah kuyup, kelima penumpang banana boat itu justru tertawa-tawa senang. Mereka baru merasakan serunya naik perahu karet yang bentuknya mirip pisang sehingga disebut banana boat itu.

Sekarang untuk menikmati banana boat, warga Palembang tak perlu jauh-jauh ke Bali atau ke Bangka. Cukup datang ke Danau OPI, yang hanya berjarak 10 kilometer dari pusat Kota Palembang.

Air danau yang berwarna biru membuat pengunjung ingin menceburkan diri ke dalam air yang dingin. Apalagi cuaca di Palembang selama beberapa hari terakhir panas menyengat.

Penumpang banana boat didominasi pelajar dan mahasiswa. Mereka datang ke Danau OPI secara berombongan untuk bersuka ria dan berbasah-basah.

Doni (19), penumpang banana boat, mengaku sudah lima kali naik banana boat di Danau OPI bersama teman-teman kuliahnya.

”Rasanya mengasyikkan, bisa cebur-ceburan ke air,” katanya.

Menurut Doni, naik banana boat di Bali memang lebih menyenangkan karena pemandangannya lebih indah daripada naik banana boat di Danau OPI. Tetapi, naik banana boat di Danau OPI jauh lebih murah dan dekat dengan rumah.

Wendy (19), juga salah satu penumpang banana boat, mengutarakan, naik banana boat di Palembang hanya membayar Rp 20.000 per orang, sedangkan naik banana boat di Bangka harus merogoh kocek Rp 50.000 sampai Rp 70.000 per orang.

Selain faktor tarif, naik banana boat di Danau OPI tidak membuat mata perih karena airnya bukan air laut.

Ramai pengunjung

Ipan (26), pengelola penyewaan banana boat, mengungkapkan, jumlah penumpang pada hari biasa mencapai enam hingga tujuh kelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima hingga enam orang. Pada hari libur, jumlah penumpang bisa mencapai 15 kelompok.

Menurut Ipan, banana boat sedang digemari pengunjung. Sebelumnya, pengunjung cukup puas dengan menyewa perahu karet mini dan menyewa perahu bebek keliling danau.

”Sekarang pengunjung kurang menyukai perahu karet. Mereka sekarang menyukai banana boat dan perahu bebek,” ujarnya. (WAD)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: