
Sabtu, 7 November 2009 | 05:19 WIB
Jakarta, Kompas -
Keluhan kurangnya pelayanan transportasi tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding, Jumat (6/11). ”Banyak anggota jemaah yang melapor lewat SMS (pesan singkat) dan telepon, transportasi di sana kacau. Pelayanannya dianggap kurang,” tuturnya.
Sejumlah anggota jemaah mengeluhkan jauhnya tempat pemberhentian bus dari sejumlah pemondokan di ring II. Mereka terpaksa berjalan kaki dari pemondokan menuju tempat pemberhentian bus.
Bukan hanya itu, jadwal kedatangan dan keberangkatan bus terkadang tidak tepat waktu. Keluhan pelayanan transportasi haji tersebut pun sudah ditanyakan kepada Menteri Agama Suryadharma Ali pada rapat dengar pendapat di DPR, Kamis malam. Dalam rapat itu, Menteri Agama sepakat untuk membuat standardisasi mutu pelayanan haji. Dengan demikian, pengelolaan haji akan lebih terukur dan semakin baik.
Menteri Agama juga berjanji akan berupaya memperpendek jarak pemondokan dengan Masjidil Haram di Mekkah. Tahun depan diupayakan jarak terjauh pemondokan dengan Masjidil Haram hanya 4 kilometer.
Penyelenggaraan ibadah haji akan lebih disederhanakan
Bahkan, ke depan ditargetkan, negara turut membantu pembiayaan ibadah haji. Bantuan biaya seperti pembayaran listrik dan transportasi lokal bisa dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.