
Sabtu, 7 November 2009 | 05:46 WIB
Pada 31 Oktober 2009 kawanan perampok anjungan tunai mandiri kembali beraksi di Sekip, Kota Palembang. Seperti yang pernah terjadi pada awal 2009, kali ini sebuah ATM milik Bank Central Asia kembali dibobol. Namun, beruntung, kawanan perampok tidak berhasil membawa kabur uang di dalam brankas.
Berangkat dari kasus-kasus sebelumnya, pertanyaan kritis yang perlu diajukan, mengapa selalu anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank Central Asia (BCA) yang dijadikan target? Tulisan ini bukan untuk diinterpretasikan negatif, tetapi untuk memberikan ”peringatan” agar tak terulang kasus serupa.
Saat Kompas berada di kawasan ATM BCA Kecamatan Sekip, Jumat (6/11), terlihat ATM itu belum beroperasi. Lokasi ATM berada di dalam sebuah ruko milik Suriadi (65), yang sehari- harinya beroperasi sesuai dengan jam buka toko, yakni pukul 08.00 hingga pukul 18.00.
Saat ditanya kronologis peristiwa, Suriadi menjelaskan, peristiwa upaya pembobolan ATM ini baru disadari semua anggota keluarga sekitar pukul 06.30, waktu dia dan keluarganya bersiap-siap hendak membuka toko.
”Kami tidak mendengar suara atau aktivitas apa pun. Perampok sudah berhasil membobol pintu depan dan brankas ATM. Namun, uangnya tidak dibawa kabur. Pelaku, diduga, tidak meneruskan aksinya karena kesiangan,” katanya.
Pada malam harinya, seperti biasa, Suradi dan keluarganya beristirahat pada pukul 21.00. Dia tinggal di lantai dua, sedangkan toko dan
Kasus ini ditangani Poltabes Palembang dan sedang dalam penyelidikan. Meski sudah ditangani polisi, pihak BCA seharusnya mulai meningkatkan kewaspadaan, mengingat Palembang merupakan salah satu kota yang tergolong rawan kriminalitas penjambretan dan perampokan.
Hal ini didukung dengan data berita Kompas, yakni sejak dua tahun terakhir tercatat ada lima kali upaya pembobolan ATM milik BCA. Empat kali berhasil dan satu kali gagal. Modus yang digunakan dalam perampokan ATM ini mulai dari yang sederhana, yakni mencongkel, sampai modus paling canggih, yakni menggunakan las. Pantauan Kompas juga menunjukkan masih banyak ATM BCA di Palembang yang tidak dijaga selama 24 jam. Mungkin sudah saatnya BCA mulai meningkatkan keamanan di ATM.