Rabu, 10 Februari 2010
BERAS
Pengadaan Perum Bulog 90,77 Persen

Sabtu, 7 November 2009 | 05:47 WIB

Bandar Lampung, Kompas - Perum Bulog Lampung memastikan pengadaan beras Perum Bulog mencapai 127.084 ton atau 90,77 persen dari target sebesar 140.000 ton. Meski demikian, Perum Bulog Lampung pesimistis mampu memenuhi target karena tingginya harga beras saat ini menyusul berkurangnya produksi.

Kepala Humas Perum Bulog Lampung Edi Hanif, Jumat (6/11), mengatakan, sampai dengan 3 November 2009, pembelian beras petani oleh Perum Bulog Lampung mencapai 127.084 ton dari kontrak pembelian sebanyak 128.004 ton. Dari jumlah pembelian tersebut, Perum Bulog Divre Lampung yang terdiri atas wilayah kerja Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, dan Bandar Lampung berhasil membeli 12.440 gabah dari kontrak pengadaan sebesar 12.940 ton gabah.

Dari Subdivre Lampung Tengah dengan wilayah kerja Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Metro, pengadaan beras tercatat sebanyak 56.596 ton dari angka kontrak pengadaan sebesar 56.596 ton.

Subdivre Lampung Utara yang memiliki wilayah kerja di Lampung Utara, Lampung Barat, Way Kanan, dan Tulang Bawang telah melakukan pembelian beras sejumlah 31.625 ton dari kontrak pengadaan 32.046 ton. Adapun dari Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Kalianda telah melakukan pembelian beras sejumlah 26.423 ton dari jumlah kontrak sebesar 25.388 ton.

Pencapaian pengadaan beras tersebut menambah ketahanan stok Bulog Lampung sampai dengan 4,1 bulan ke depan. Stok beras yang dimiliki Perum Bulog Lampung saat ini berjumlah 47.512 ton.

Edi mengatakan bahwa kendati pengadaan sudah mencapai 90,77 persen, Perum Bulog Lampung pesimistis mampu memenuhi target pengadaan 140.000 ton. Hal itu karena harga beras di pasaran saat ini terus mengalami kenaikan, sementara harga pembelian Perum Bulog tetap sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 4.600 per kilogram.

Selain itu, produksi atau stok beras di tingkat produsen sudah jauh berkurang. Sesuai hukum permintaan dan persediaan, apabila persediaan barang sudah berkurang, sementara kebutuhan tetap, harga akan naik.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Lampung Dody Gunawan Yusuf mengatakan, harga gabah di Lampung selama Oktober memang mengalami peningkatan. Kenaikan harga tersebut terpantau di 24 titik pengamatan di empat kabupaten di Lampung, yaitu Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Tengah. (HLN)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: