Rabu, 10 Februari 2010
Tiga Kepala Staf Diganti
Senin Presiden Lantik KSAD, KSAL, dan KSAU yang Baru

Minggu, 8 November 2009 | 03:32 WIB

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengganti tiga kepala staf Tentara Nasional Indonesia. Sumpah jabatan kepala staf TNI itu dijadwalkan dilakukan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/11).

Tiga kepala staf baru itu adalah Letnan Jenderal George Toisuta sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo, Laksamana Madya Agus Suhartono sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, dan Marsekal Muda Imam Sufaat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) menggantikan Marsekal Soebandrio.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal kepada Kompas di Jakarta, Sabtu malam, pergantian ketiga kepala staf TNI itu adalah sesuatu yang rutin dan berkala.

Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen, Sabtu, saat dihubungi per telepon membenarkan, ia mendapat laporan acara pelantikan ketiga kepala staf yang baru akan digelar Senin besok di Istana Negara. Namun, ia mengaku belum mengetahui nama pejabat baru itu.

”Yang saya tahu, Senin pagi di Mabes TNI, Cilangkap, akan diadakan upacara pelaporan kenaikan pangkat satu tingkat, masing-masing (mantan Dirjen Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan) Marsda Eris Herryanto dan Marsda Imam Sufaat. Keduanya dinaikkan menjadi Marsdya,” ujar Sagom. Diperoleh informasi, pangkat Imam dinaikkan setingkat karena dipromosikan sebagai Wakil KSAU.

Dalam catatan Kompas, George saat ini menjabat Panglima Komando Pasukan Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad). Agus menjabat sebagai Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan. Imam sebelumnya Panglima Komando Operasi I TNI AU.

Agustadi menjabat KSAD sejak Desember 2007, Tedjo menjabat sebagai KSAL sejak Juli 2008, dan Soebandrio menjabat KSAU sejak Desember 2007. Sagom dan Dino tak menjelaskan jabatan baru bagi ketiga kepala staf TNI yang diganti itu.

Bertemu calon staf khusus

Sementara itu, di tengah masa retreat-nya di Istana Cipanas, Bogor, Jawa Barat, Presiden Yudhoyono bertemu secara khusus dengan sembilan calon staf khusus Presiden. Presiden sempat memberikan pengarahan terkait tugas dan tantangan pada masa datang dalam pemerintahan.

Wakil Presiden Boediono juga memberikan pengarahan terkait koordinasi tugasnya. Acara itu juga diikuti Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng.

Siapa saja sembilan calon staf khusus yang diterima Presiden, Dino tidak mau menyebutkan. ”Nanti, biarlah Presiden yang mengumumkannya. Rencananya pekan depan,” kata Dino.

Tentang tugasnya, Dino mengaku saat ini masih dicarikan penggantinya. Saat ini Dino masih sebagai Staf Khusus Bidang Luar Negeri merangkap juru bicara menggantikan posisi Andi Mallarangeng. (har/dwa)

Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
pengamat @ Senin, 9 November 2009 | 02:42 WIB
Bgm korupsi Pangkostrad di proyek markas TNI di Irian Jaya? waktu jadi panglima kodam? mau korupsi lebih gede lg ya? masih gak bersih juga TNI. kasiaaaaann...
brevet @ Senin, 9 November 2009 | 02:30 WIB
Ahhhaaaaiiiiiiii..... Pak SBY gak salah pilih tuh?? George T itu kan pernah terlibat skandal pembangunan pangkalan militer di Papua. Apa gak ada orang lain lg?
ainur rofiq roesdy @ Minggu, 8 November 2009 | 21:28 WIB
Selamat datang, selamat bertugas pejuang....untuk kejayaan Angkatan Laut Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: