
Minggu, 8 November 2009 | 03:32 WIB
Tiga kepala staf baru itu adalah Letnan Jenderal George Toisuta sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo, Laksamana Madya Agus Suhartono sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, dan Marsekal Muda Imam Sufaat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) menggantikan Marsekal Soebandrio.
Menurut Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal kepada Kompas di Jakarta, Sabtu malam, pergantian ketiga kepala staf TNI itu adalah sesuatu yang rutin dan berkala.
Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen, Sabtu, saat dihubungi per telepon membenarkan, ia mendapat laporan acara pelantikan ketiga kepala staf yang baru akan digelar Senin besok di Istana Negara. Namun, ia mengaku belum mengetahui nama pejabat baru itu.
”Yang saya tahu, Senin pagi di Mabes TNI, Cilangkap, akan diadakan upacara pelaporan kenaikan pangkat satu tingkat,
Dalam catatan Kompas, George saat ini menjabat Panglima Komando Pasukan Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad). Agus menjabat sebagai Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan. Imam sebelumnya Panglima Komando Operasi I TNI AU.
Agustadi menjabat KSAD sejak Desember 2007, Tedjo menjabat sebagai KSAL sejak Juli 2008, dan Soebandrio menjabat KSAU sejak Desember 2007. Sagom dan Dino tak menjelaskan jabatan baru bagi ketiga kepala staf TNI yang diganti itu.
Sementara itu, di tengah masa retreat-nya di Istana Cipanas, Bogor, Jawa Barat, Presiden Yudhoyono bertemu secara khusus dengan sembilan calon staf
Wakil Presiden Boediono juga memberikan pengarahan terkait koordinasi tugasnya. Acara itu juga diikuti Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng.
Siapa saja sembilan calon staf khusus yang diterima Presiden, Dino tidak mau menyebutkan. ”Nanti, biarlah Presiden yang mengumumkannya. Rencananya pekan depan,” kata Dino.
Tentang tugasnya, Dino mengaku saat ini masih dicarikan penggantinya. Saat ini Dino masih sebagai Staf Khusus Bidang Luar Negeri merangkap juru bicara menggantikan posisi Andi Mallarangeng.