Rabu, 10 Februari 2010
Siswa Tak Lulus Bisa Mengulang

Jumat, 13 November 2009 | 02:47 WIB

Jakarta, Kompas - Peserta ujian nasional SMP dan SMA sederajat yang tidak lulus ujian mulai tahun 2010 diberikan kesempatan untuk mengulang ujian pada tahun ajaran yang sama. Konsekuensinya, penyelenggaraan ujian nasional dimajukan dari biasanya April menjadi Maret.

”Ujian nasional ulang, khusus bagi siswa yang tidak lulus, akan diselenggarakan pada bulan Mei,” kata Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan Edy Tri Baskoro di Jakarta, Kamis (12/11).

Pada tahun-tahun sebelumnya, siswa yang tidak lulus ujian nasional bisa mengikuti ujian nasional paket kesetaraan Paket B dan C sehingga ijazah yang diperoleh pun dari pendidikan kesetaraan. Sekarang, dengan adanya ujian nasional ulangan, siswa sekolah formal punya peluang untuk lulus dengan mendapat ijazah sekolah formal.

”Adapun ujian nasional paket kesetaraan Paket B dan C diharapkan benar-benar diikuti peserta pendidikan nonformal,” kata Edy.

Menurut Edy, berdasarkan masukan dari banyak pihak, penyelenggaraan ujian nasional yang hanya sekali dirasakan tidak adil. Siswa yang kondisinya kurang sehat atau ada halangan lain saat ujian nasional sehingga nilainya jelek, misalnya, akan sangat dirugikan. Karena itulah kebijakan ujian nasional diperbaiki.

Secara terpisah, S Hamid Hasan, ahli evaluasi dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, menilai kebijakan ujian nasional ulangan landasannya tidak jelas. ”Yang dipikirkan hanya kelulusan. Padahal, yang dibutuhkan bukan hanya siswa yang lulus ujian nasional, tetapi siswa yang berkualitas,” ujar Hamid.

Psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia, Lucia RM Royanto, mengatakan, ujian nasional yang dipercepat, apalagi pemberitahuannya sangat mendadak, harus memerhatikan psikologis siswa. Jangan sampai sosialisasi yang mendadak menyebabkan guru, pihak sekolah, dan orangtua panik yang menyebabkan siswa ikut panik. ”Persoalannya, ujian masih menjadi sesuatu yang menakutkan bagi sebagian siswa,” katanya.

Pakar pendidikan Arief Rachman menekankan, percepatan ujian jangan sampai mengabaikan kejujuran siswa, guru, dan sekolah. (ELN/LUK)

Share on Facebook
A A A
Ada 19 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
didik @ Sabtu, 14 November 2009 | 03:40 WIB
apapun sistemnya dan bagaimanapun teknis pelaksanaannya, yang penting kita SIAP. HANYA POS UN nya jangan kelamaan turunnya.
Max @ Sabtu, 14 November 2009 | 01:22 WIB
Pada akhirnya, murid yg jadi korban krn setiap ganti menteri mk ganti kebijaksanaan. Masa SBY perlu bentuk Tim Khusus Pendidikan spt Tim 8 utk atasi pendidikan.
nerosti @ Jumat, 13 November 2009 | 22:30 WIB
jangan macam tu laa sikit ubah jadual, gimana dengan daerah yang terkena gempa Pak, pelajaran mereka tertinggal tuu..
nerosti @ Jumat, 13 November 2009 | 22:27 WIB
Saya heran dengan sistem pendidikan Negara kita yang tidak punya sistem yang baik enak saja merubah jadual UN, padahal negara kita besar
irmansyah @ Jumat, 13 November 2009 | 21:04 WIB
betul sosialisasinya harus cepet. sy & tmn2 siswa pertama yg mendpt kebijakan 3.00 u lulus UAN thn 2003 dengan sosialisasi dadakan merasa stress berjamaah tau!

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: