
Jumat, 13 November 2009 | 02:48 WIB
Jakarta, Kompas
Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar, Kamis (12/11) di Bandung, Jawa Barat, mengatakan, kesehatan jemaah haji harus mendapat perhatian sangat serius. Ini karena iklim negara Arab Saudi berbeda dengan kondisi di Indonesia sehingga jemaah sangat rentan terkena penyakit.
”Saat ini belum semua kebutuhan vaksin bagi jemaah haji dipenuhi sendiri oleh Bio Farma. Masih ada sebagian yang diimpor. Namun, apabila kapasitas produksi bisa ditambah, tahun depan kebutuhan vaksin flu tidak perlu lagi diimpor,” ujarnya.
Pada 2008, semua kebutuhan vaksin flu untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia masih harus diimpor. Tahun depan ditargetkan produksi vaksin flu untuk kebutuhan jemaah haji bisa mencapai 500.000 dosis.
Kendati telah berhasil memproduksi vaksin flu secara mandiri, Iskandar mengaku, bahan bakunya masih diimpor dari Jepang. Secara bertahap, alih teknologi pembuatan vaksin akan dilakukan bekerja sama dengan Jepang.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama Slamet Riyanto di Jakarta, Kamis, mengimbau jemaah haji agar menghemat tenaga dan menjaga kesehatan serta lebih memanfaatkan waktu untuk beribadah. Hal itu dilakukan agar jemaah tetap sehat untuk menjalani puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah, 26 November nanti.
Saat ini kondisi Mekkah mulai padat. Mendekati puncak ibadah haji, jemaah haji dari sejumlah negara mulai berdatangan di Mekkah. Untuk itu jemaah diminta waspada terhadap segala hal, termasuk kejahatan.