Rabu, 10 Februari 2010
AP PHOTO/WONG MAYE-E
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan Singapura, Kamis (12/11). Sebelumnya, di Kuala Lumpur, Malaysia, Presiden Yudhoyono bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mohammad Najib Abdul Razak.
Malaysia Siap Lindungi TKI
Indonesia Fokus Pembenahan Domestik

Jumat, 13 November 2009 | 02:49 WIB

Putra Jaya, Kompas - Malaysia dan Indonesia saling memiliki ketergantungan yang kuat berkaitan dengan keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Pemerintah Malaysia tetap akan menerima TKI legal dan akan menindak tegas pelanggaran hak asasi TKI yang berada di Malaysia.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mohammad Najib Abdul Razak menyampaikan komitmen ini dalam jumpa pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Putra Jaya, Malaysia, Kamis (12/11). Sebelumnya ke-dua pemimpin bertemu empat mata.

Selanjutnya Presiden RI dan PM Malaysia mengadakan pembicaraan bilateral berkaitan dengan beberapa isu menyangkut hubungan Indonesia-Malaysia di Kantor PM Malaysia. Presiden didampingi sejumlah menteri, antara lain Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

”Kami berharap, mereka yang masuk ke Malaysia dapat menjadi pekerja yang sah sehingga hak mereka mudah dijamin bila dieksploitasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata PM Malaysia.

Sedikitnya 2,2 juta TKI bekerja di Malaysia dengan 1 juta orang di antaranya ilegal. Sebagian besar dari mereka bekerja di sektor informal, seperti buruh konstruksi, perkebunan, dan rumah tangga. Sekitar 400.000 orang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. TKI informal kerap mengalami masalah gaji tidak dibayar, pelecehan seksual, dan penganiayaan.

Presiden mengapresiasi respons pemerintah dan rakyat Malaysia yang semakin baik dalam melindungi TKI. Presiden Yudhoyono menyatakan, pemerintah akan terus memperbaiki sistem penempatan TKI, khususnya ke Malaysia, termasuk soal perlindungan hak dan bantuan hukum yang mesti diberikan.

”Saya menghargai penjelasan dari PM Malaysia karena ini merupakan penekanan kembali. Jika ada masalah hukum yang berkaitan dengan TKI, hukum ditegakkan. Siapa pun yang bersalah tentu mendapatkan sanksi. Kalau dilakukan dengan transparan, akan mengurangi kesalahpahaman,” kata Presiden. (Hamzirwan dari Putra Jaya, Malaysia)

Share on Facebook
A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
deil oan susar @ Jumat, 13 November 2009 | 21:26 WIB
Kita mengharapkan bukan hanya sebuah perjanjian belaka antara para petinggi negara, melainkan pelaksanaan yang riil terhadap berbagai kekejian yang terjadi.
sekhudin @ Jumat, 13 November 2009 | 10:24 WIB
Bpk Presiden yg terhormat munmpung ketemu tuh dgn tuh PMnya bikin MUO yang saling menguntungkan dong biar serumpun melayu disegani lg bangsa eropa pasti bisa.
herman @ Jumat, 13 November 2009 | 09:32 WIB
Wah i juta yang ilegal, kalau setiap majikan yang mempekerjakan mereka dan tertangkap dendanya adalah 5000 RM...buanyak tu pemasukan ke kas negara Malaysia.
Muhamad Wahyudi @ Jumat, 13 November 2009 | 09:03 WIB
Ingat, hanya TKI legal. TKW legal atau tidak, dan TKI ilegal, Pak Cik tidak janji lho. #Urus agar semua jadi legal. Pastikan TKI adalah laki-laki dan wanita.
sitorpanjaitan @ Jumat, 13 November 2009 | 08:43 WIB
suatu sikap yang baik, namun akan lebih baik kalau tki itu dipekerjakan dinegara indonesia sendiri, kan masih banyak lapangan pekerjaan yang membutuhkan skill

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: