Rabu, 10 Februari 2010
Korsel Hibahkan 10 Tank Amfibi Buatan AS untuk RI

Sabtu, 14 November 2009 | 03:02 WIB

Jakarta, Kompas - Mulai Jumat (13/11), sepuluh tank amfibi dengan jenis landing vehicle track-7A1 berangkat dari Korea Selatan. Tank buatan Amerika Serikat tahun 1983 itu merupakan hibah.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Erris Herryanto di Jakarta.

Tank amfibi ini akan digunakan Marinir. Menurut Erris, tank ini diharapkan bisa mengisi kekurangan alat utama sistem persenjataan yang selama ini menghadapi kendala anggaran. ”Tiba di Jakarta sekitar tanggal 6 atau 7 Desember,” katanya.

Menurut Erris, landing vehicle track (LVT)-7A1 ini sama kelasnya dengan tank amfibi PT 76 dan tank amfibi BTR 60 yang sudah dimiliki Indonesia. Diharapkan, masih ada pengiriman LVT-7A1 lagi. Kerja sama ini berawal dari pembicaraan tahun 2007. Saat itu Korea Selatan telah menawarkan LVT-7A1 kepada Indonesia. Namun, karena menunggu izin dari AS, kesepakatan ini baru bisa diwujudkan. ”Perjanjiannya sebenarnya ada 35, tetapi belum ada kejelasan. Ini gelombang pertama. Nanti kalau sudah datang, kita lobi lagi,” kata Erris.

Tank amfibi LVT-7A1 merupakan hasil modifikasi dari jenis LVT yang dijuluki Alligator. Tank yang hingga kini masih digunakan Marinir Korea Selatan sama dengan yang digunakan dalam serangan ke Falkland, Perang Teluk, dan Perang Irak.

Korea Selatan juga memberikan satu paket suku cadang. LVT-7A1 beratnya 22,8 ton, panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, dan tinggi 3,26 meter.

Kendaraan ini juga bisa berputar 360 derajat saat berada di dalam air. ”Yang diberikan kepada kita tanpa persenjataan,” kata Erris.

Pernah tenggelam

Dibandingkan dengan PT 76 dan BTR 60 yang diproduksi Rusia tahun 1950-an, LVT-7A1 buatan AS ini jauh lebih baru. Bulan Februari 2008, satu unit BTR 60 tenggelam di Situbondo, Jawa Timur. Saat itu latihan puncak TNI AL ”Armada Jaya” XXVII.

TNI Angkatan Laut juga tengah menunggu 17 tank amfibi BMP 3F yang dipesan dari Rusia. BMP 3F adalah kendaraan tempur amfibi infanteri yang khusus dirancang untuk operasi di laut. BMP 3F dirancang dengan keterapungan di laut, termasuk untuk ketepatannya menembak.

”Kita sudah tanda tangan dan mendapat kesepakatan pembelian dari Rusia untuk kendaraan tempur dengan persenjataan ini,” ungkap Erris. (EDN)

Share on Facebook
A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Yul @ Selasa, 8 Desember 2009 | 23:31 WIB
Dikasih kah, hibah kah, beli bekas kah? Kok bukan malah bersukur malah diledek. Liat kemampuannya bela negara kita melawan agresor..!!
angga @ Senin, 16 November 2009 | 16:50 WIB
Dulu kita dapet A-4 Skyhawk dari Israel itu juga bekas Bung Waris
bluerider6089 @ Senin, 16 November 2009 | 10:46 WIB
Kenapa tidak..? Secara kita punya Ranpur Angkut Amphibi yg udah tua BTR-50 yg pernah tenggelam pas LatGab kemaren. Hibah LVTP-7 ini bisa di Duplicate PINDAD.
Kimi boi @ Sabtu, 14 November 2009 | 11:20 WIB
soalnya disini kalo ga dipake lagi, besinya bisa dikiloin hehe
awang munawar @ Sabtu, 14 November 2009 | 10:32 WIB
Hari gini ada makan siang gretongan, masa sih ? apalagi ini masalah "high politics", bilang aja 'no tank's'...

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: