
Sabtu, 14 November 2009 | 03:56 WIB
Jambi, Kompas -
Kepala Subbagian Perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Syaid Jafar di sela-sela ”Sosialisasi Mitra Pendidikan Anak Usia Dini Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi”, Jumat (13/11) di Jambi, mengungkapkan, angka partisipasi murni pendidikan anak usia dini (PAUD) di Jambi sampai tahun 2009 adalah 55,43 persen, yaitu dari sekitar 273.000 anak usia 0-6 tahun di seluruh wilayah di Jambi yang terlayani PAUD baru 55,43 persennya. ”Mereka yang belum terlayani PAUD kebanyakan berada di pedesaan-pedesaan terpencil,” ungkap Syaid.
Perluasan pelayanan PAUD di Jambi, menurut Syaid, masih menghadapi beberapa kendala, seperti banyak orangtua belum sadar akan pentingnya PAUD. ”Kesadaran iu belum terbangun. Selama ini yang dipahami pendidikan itu mulai ya mulai SD. Padahal sesuai dengan banyak penelitian, pada usia 0-6 tahun itu 80 persen kecerdasan anak dibangun,” katanya.
Selain itu, juga masih rendahnya kompetensi para tenaga pendidik PAUD. Secara umum, ungkapnya, tenaga pendidik PAUD adalah tamatan SMA yang tidak memiliki latar belakang pendidikan PAUD dan pengalaman mendidik anak usia dini. ”Untuk mengatasi hal itu, tenaga pendidik diperkaya dengan pelatihan dan pendidikan,” ujarnya.
Ia mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi saat ini terus melakukan upaya percepatan perluasan akses PAUD sampai pelosok desa. Salah satu langkah yang sudah ditempuh adalah bekerja sama dengan organisasi-organisasi perempuan, seperti PKK, Aisyah Muhammadiyah, Muslimat NU, dan Badan Koordinasi Organisasi Wanita. ”Di samping itu, kami menggalakkan program posyandu yang terintegrasi dengan PAUD, selain fokus kesehatan, juga melayani PAUD sehingga ini semakin merata,” katanya.
Perluasan akses PAUD, selain dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), juga mendapat dukungan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Bank Dunia serta bantuan pengembangan dari Belanda. Pada tahun 2009 alokasi APBD Jambi untuk sektor pendidikan anak usia dini, ungkap Syaid, mencapai Rp 7 miliar. ”Untuk perluasan PAUD, kami beri bantuan kepada kelompok masyarakat yang ingin membuka PAUD, tetapi ini melalui seleksi,” katanya.
Wakil Ketua Tim penggerak PKK Jambi Mida Firdaus dalam sambutan acara itu mengharapkan anggotanya sebagai mitra pemerintah dalam program PAUD dapat bersikap profesional. Diharapkan mereka dapat selalu mengikuti kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kompetensi di bidang PAUD.