
Minggu, 15 November 2009 | 03:58 WIB
“Dengan hasil imbang ini, kami harus memenangi partai terakhir melawan Hongkong untuk merebut posisi ketiga,” kata Pelatih Indonesia Cesar Manuel Payovich. Ia mengaku, pertandingan melawan Australia adalah pertandingan terbaik, tetapi bukanlah puncak penampilan Alan Martha dan kawan-kawan.
Indonesia yang harus meraih kemenangan jika ingin berpeluang lolos tampil menekan sejak menit pertama. Namun, justru Australia yang mendapatkan peluang emas pertama saat laga baru berjalan enam menit. Bek kiri Indonesia, Ferdiansyah, gagal membaca sebuah umpan yang membuat sayap kanan Australia, Joshua Rees Mcvey, bebas mengirim umpan silang. Beruntung tidak ada pemain Australia yang menyambutnya.
Peluang pertama Indonesia dibuka Abdul Rahman Lestaluhu yang melepas tembakan keras dari tengah kotak penalti. Pemain bernomor punggung 7 ini memanfaatkan umpan lambung Syamsir Alam dari sisi kiri. Tembakan tersebut memaksa penjaga gawang ”Socceroos” Mark Birighitti, menepisnya.
Buruknya umpan saat memasuki jantung pertahanan Australia membuat beberapa kali serangan kandas. Selain itu, Martha yang berpostur mungil selalu kalah berduel dengan bek Australia yang berpostur lebih besar.
Gawang Indonesia nyaris bobol pada menit ke-16 melalui tendangan James Robert Virgili. Kiper Tri Windu Anggono sudah gagal menjangkau bola, tetapi beruntung bola tendangan Virgili menerpa mistar gawang.
Australia banyak menurunkan pemain yang jarang dipasang pada partai sebelumnya. ”Mereka bermain dengan organisasi yang rapi. Saya sengaja menurunkan pemain yang jarang dimainkan dan baru memasang Danning pada menit ke-60. Saya memberi kesempatan yang rata kepada semua pemain kami,” kata Pelatih Australia Johanes Versleijen.
Pada awal babak kedua Australia yang pertama mengancam gawang Indonesia. Beruntung tendangan Grant melambung di atas mistar gawang Anggono. Beberapa menit kemudian Australia membobol gawang Indonesia melalui sundulan Kerem Bulut. Namun, wasit Kadhim Oda Lazeem asal Irak menganulirnya karena offside.
Menurunnya stamina pemain Indonesia membuat Australia mendapatkan kesempatan melakukan tekanan. Namun, tidak satu gol pun tercipta sampai pertandingan selesai.
Pada pertandingan lain Singapura merepotkan Jepang sehingga Sumida Takahiko dan kawan-kawan hanya mampu menang 2-0. Adapun Hongkong bersusah payah menaklukkan Taiwan dengan skor 3-2. Hasil itu memastikan Jepang lolos ke putaran final Piala Asia U-19 mewakili Grup F. Jepang mengemas poin sempurna 12 dari empat kali bermain.