Rabu, 10 Februari 2010
Kompas/Iwan Setiyawan
Petenis asal China, Ran Tian, berusaha mengembalikan bola ke petenis asal Liechtenstein, Kathinka von Deichmann, pada babak semifinal Turnamen Tenis ITF Yunior Widjojo Soejono-Semen Gresik Cup XXVIII 2009 di lapangan tenis Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Sabtu (14/11). Tian melaju ke final setelah menang 6-4, 7-5.
Putri China dan Putra Swiss ke Final

Minggu, 15 November 2009 | 04:00 WIB

Surabaya, Kompas - Duel sesama China di putri dan sesama Swiss di putra bakal berlangsung dalam final Turnamen Tenis ITF Yunior Widjojo Soejono-Semen Gresik Cup XXVIII 2009 di lapangan tenis Kodam V/Brawijaya, Minggu (15/11). Unggulan keenam putri, Lin Zhu, berjumpa unggulan kedelapan, Ran Tian, sedangkan unggulan keenam putra, Claude Benz, bertemu unggulan kedelapan, Dimitri Bretting.

Lin Zhu merebut tiket ke final setelah menekuk unggulan kelima dari Indonesia, Aldila Sutjiadi, dengan skor 6-3 dan 6-2, pada semifinal, Sabtu (14/11). Adapun Ran Tian unggul atas petenis Liechtenstein yang lolos dari kualifikasi, Kathinka von Deichmann, 6-4 dan 7-5.

Di semifinal putra, Dimitri Bretting menang atas unggulan ke-12 asal China, Guan Yu Cao, 6-4 dan 6-2, sedangkan Claude Benz mengalahkan rekan senegaranya yang unggulan ke-16, Vullnet Tashi, 6-2 dan 6-3.

Meski bakal bertemu rekan senegaranya, Zhu bertekad meraih kemenangan. Dari tiga kali pertemuan antarkeduanya, Zhu sekali menang dari Tian di ajang China Terbuka 2009 dengan skor 6-4 dan 6-0. ”Hasil terakhir bukan ukuran karena Ran Tian pemain bagus, saya harus tetap serius menghadapinya,” kata gadis kelahiran Beijing, 28 Januari 1994, ini.

Zhu menghentikan langkah Aldila di turnamen ini. Zhu yang memiliki backhand bertenaga dan akurat berhasil membuat Aldila pontang-panting dari sudut ke sudut untuk mengembalikan bola. Zhu tercatat membuat dua kali love game pada game kelima ketika unggul 3-2 dan game kesembilan ketika memenangi set pertama dengan skor 6-3.

Di game ke-13 set kedua Aldila yang semakin kendur sempat menyamakan kedudukan 2-2. Namun, di game ke-14 pengembalian bolanya buruk sehingga Zhu berani menyerang dan mengecoh Aldila dengan pukulan down the line. Zhu kembali unggul 3-2 yang ditutupnya dengan as.

Meski tertinggal, Aldila tidak putus asa dan berusaha balik menekan di game ke-15. Sempat unggul 40-15, dia terkejar akibat forehand spin-nya dua kali membentur net. Zhu dapat memaksakan sepuluh kali deuce sebelum unggul 4-2. Di dua game terahir, Aldila tidak mampu bangkit dan kerap membuat unforced error.

”Makin lama lawan makin panas, sedangkan saya makin capek. Tembakannya solid dan akurat semua sehingga susah saya kembalikan,” ungkap Aldila.

Sementara itu, Bretting yang belum pernah bertarung melawan Benz mengaku lebih percaya diri setelah menumbangkan Cao. ”Pertandingan melawan Cao cukup keras sehingga bisa lolos sudah sangat memuaskan. Melawan Benz, saya tetap ingin menang, apalagi kami teman berlatih bersama,” tuturnya. (SIN)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: