Rabu, 10 Februari 2010
Kompas/Agus Susanto
Pemain Satria Muda Britama, Faisal Achmad Julius (kanan), berebut bola dengan pemain Singapore Slingers, Wei Jian Hong, dalam lanjutan ASEAN Basketball League (ABL) di Britama Arena Sports Mall, Jakarta Utara, Sabtu (14/11). SM Britama kalah 59-61 dari Singapore Slingers.
SM Kalah di Tiga Menit Akhir
Pelatih Slingers Puji Penampilan Satria Muda BritAma

Minggu, 15 November 2009 | 04:00 WIB

Jakarta, Kompas - Satria Muda BritAma harus menerima kekalahan menyakitkan dari Singapore Slingers pada lanjutan turnamen ASEAN Basketball League di Jakarta, Sabtu (14/11). Peluang kemenangan tuan rumah lenyap hanya tiga menit menjelang pertandingan berakhir.

Pemain-pemain Satria Muda (SM) terlihat sangat emosional seusai pertandingan. Selain berteriak, sejumlah pemain memukul dinding lorong stadion BritAma Arena ketika menuju ruang ganti pakaian.

Kekalahan satu bola 59-61 dari Singapore Slingers begitu menyakitkan. Harapan membalas kekalahan di Singapura sirna dalam tiga menit terakhir.

Mereka pantas kecewa karena menjelang tiga menit terakhir mereka masih unggul 59-49. Namun, permainan solid ofensif dan bertahan yang diperagakan Slingers langsung mengunci raihan angka SM.

Secara perlahan mereka mampu mengatasi ketinggalan. Tim polesan Pelatih Frank Arsego ini bahkan untuk kali pertamanya berbalik unggul 60-59 saat pertandingan tinggal 21 detik lagi.

Dalam situasi kritis itu, pemain SM sebenarnya masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan. Namun, upaya pemain baru SM, Nakiea Miller, gagal menghasilkan poin.

Sebaliknya, Slingers masih bisa menambah satu poin lewat tembakan bebas dua angka. ”Kekalahan ini memang benar-benar menyakitkan. Para pemain sudah tampil sangat bagus mulai dari kuarter pertama sampai kuarter keempat. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata lenyap pada tiga menit terakhir,” kata Pelatih SM Fictor Gideon Roring.

Menurut Fictor, timnya mendapat pelajaran berharga dari pertandingan ini. Pemain Slingers memperlihatkan permainan pantang menyerah dengan memperbaiki sektor pertahanan dan menyerang.

Sebaliknya, permainan SM seperti tak terkoordinasi. ”Pemain kami terlalu banyak ego, aliran bola tidak jalan, dan banyak tembakan yang terlalu dipaksakan,” lanjut Fictor.

Puji SM

Pelatih Slingers Frank Arsego memuji penampilan SM. ”Dibandingkan dengan ketika bermain di Singapura, permainan SM kali ini sangat bagus. Mereka mengejutkan kami,” ujarnya.

Frank sendiri tidak menyangka timnya bisa berbalik menang. ”Dalam posisi ketinggalan, saya tidak pernah bilang ke pemain, kita bisa menang. Saya hanya bilang, perbaiki permainan bertahan dan serangan kalian,” kata Frank.

Kyle Jeffers menjadi motor kemenangan Slingers dengan mencetak 16 poin. Selain Jeffers, kemenangan Slingers juga tak lepas dari peran Wei Jian Hong. Slingers mampu mengejar dan berbalik unggul berkat beberapa tembakan Hong.

Sementara itu, di kubu SM, Alexander Hartman dan Miller menjadi pencetak angka terbanyak dengan 13 poin.

Dengan hasil ini, Slingers semakin kokoh di puncak klasemen dengan nilai 11. Dari enam laga yang sudah mereka mainkan, Slingers mencatat lima kali kemenangan dan sekali kalah.

Adapun SM juga masih bertahan di peringkat kedua dengan nilai 9 dari hasil tiga kali menang dan tiga kali seri.

Pada pertandingan berikutnya SM akan tandang ke markas Philippine Patriots di Manila, Filipina, 21 November. Sementara itu, Slingers akan menjamu Kuala Lumpur Dragons pada 22 November.

Fictor menambahkan, timnya akan mencoba memetik kemenangan di Filipina. Sebelumnya SM sudah bertemu Patriots di laga pertama dengan hasil kemenangan untuk Patriots yang tandang ke markas SM. (OTW)

Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Lilik @ Minggu, 15 November 2009 | 06:22 WIB
kualitas skill memang di atas , tp soft skill-nya di bawah.

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: