
Senin, 16 November 2009 | 03:10 WIB
Jambi, Kompas -
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi Abu Sucamah, Sabtu (14/11), mengungkapkan, kenaikan produksi ini antara lain didorong faktor peningkatan luas panen, penggunaan bibit unggul, dan penggunaan pupuk organik. Menurutnya, saat ini petani sudah banyak beralih menggunakan pupuk organik berbahan jerami. ”Kenaikan itu di atas rata-rata nasional sebesar 5,83 persen,” katanya.
Sucamah mengatakan, peningkatan produksi itu membuat Jambi surplus beras sampai 80.000 ton beras. Beras asal Jambi bahkan sudah dikirimkan ke luar daerah, seperti Riau. Untuk optimalisasi lahan, menurut Sucamah, lahan-lahan potensial akan didorong dimanfaatkan untuk lahan sawah. Ia menampik ada tarik-menarik pemanfaatan lahan untuk kebuh sawit dengan lahan sawah. ”Semua kabupaten menjadi sentra produksi beras, artinya memiliki potensi untuk dikembangkan, itu akan terus dikembangkan,” katanya. Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Jambi Dyan Pramono Effendi menjelaskan, produksi padi Jambi tahun 2009 berdasarkan angka ramalan III diperkirakan mencapai 641.617 ton gabah kering giling. Ini meningkat 59.913 ton atau 10,30 persen dibandingkan produksi 2008. Kenaikan produksi padi terjadi karena adanya peningkatan luas panen seluas 11.754 hektar atau naik 8,22 persen menjadi 154.788 hektar dengan produktivitas 0,78 kuintal per hektar, naik 1,92 persen. (RWN)