Rabu, 10 Februari 2010
KOMPAS/BONI DWI PRAMUDYANTO
Pettugas di salah satu agen sedang memindahkan tabung elpiji 3 kilogram dari gudang ke dalam truk, beberapa waktu lalu. Sejak program konversi gas dimulai di Kota Palembang pada 2007, tingkat pemakaiannya terus meningkat sehingga perlu ada penambahan stasiun pengisian baru.
Stasiun Gas Ditambah
Palembang Akan Memiliki Empat SPBBE

Senin, 16 November 2009 | 03:12 WIB

Palembang, Kompas - Kebutuhan elpiji tabung 3 kilogram di Kota Palembang terus meningkat sejak program konversi gas dimulai pada 2007. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, para pemegang kebijakan akan menambah satu unit stasiun pengisian dan pengangkutan bak elpiji.

Menurut Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, Sabtu (14/11) di Palembang, dengan penambahan satu unit stasiun pengisian dan pengangkutan bak elpiji (SPBBE) tersebut, saat ini Kota Palembang memiliki empat SPBBE.

Pada awal November 2009, Eddy Santana Putra telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan unit SPBBE tersebut. Lokasi SPBBE 3 kilogram ini berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat 1.

”Stasiun baru ini dikelola oleh PT Suma Yasa Energy, salah satu rekanan PT Pertamina,” katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Palembang, sejak 2007 telah dibangun tiga SPBBE 3 kilogram di Kota Palembang, yang masing-masing berlokasi di Pulau Layang kawasan Kalindo, di persimpangan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, dan di kawasan Jembatan Musi II.

Sangat dibutuhkan

Eddy juga menegaskan, penambahan satu unit SPBBE ini sangat dibutuhkan warga Palembang. Tujuan utamanya untuk mempercepat pelayanan kebutuhan elpiji 3 kilogram kepada warga, terutama dari kalangan menengah-bawah. Apalagi, katanya, Palembang kota pertama di Provinsi Sumatera Selatan yang mengonversi minyak tanah ke gas.

Memanfaatkan peluang

Direktur PT Suma Yasa Energy Sammy Hamzah menambahkan, pihaknya berani berinvestasi membangun SPBBE di Kota Palembang ini karena melihat ada peluang dan kesempatan yang masih terbuka lebar. Selain itu, alasan lainnya mempertimbangkan penunjukan Kota Palembang menjadi kota pertama di Indonesia yang menjadi pelaksana program konversi minyak tanah ke gas.

”Selain itu, pertimbangan lainnya terkait pertumbuhan ekonomi Palembang menunjukkan tren naik selama lima tahun terakhir,” katanya.

SPBBE milik PT Suma Yasa Energy ini berkapasitas 30-40 ton atau setara 10.000-15.000 tabung gas per hari. Pengoperasiannya ditargetkan April 2010. (ONI)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: