Rabu, 10 Februari 2010
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Perjuangan petenis Swiss, Claude Benz, melawan rekan senegaranya, Dimitri Bretting, terhenti di pertengahan set kedua akibat cedera dalam laga final Turnamen Tenis Yunior ITF Widjojo Soejono- Semen Gresik Cup XXVIII 2009 di lapangan tenis Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Minggu (15/11).
TENIS WSSG
Gelar Tidak Sempurna Dimitri Bretting

Senin, 16 November 2009 | 05:24 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Petenis unggulan kedelapan asal Swiss, Dimitri Bretting, memang merebut gelar tunggal putra Turnamen Tenis ITF Yunior Widjojo Soejono-Semen Gresik (WSSG) Cup XXVIII 2009. Namun, prestasi itu terasa tak sempurna sebab lawan senegaranya yang juga unggulan keenam, Claude Benz, mengundurkan diri karena sakit dalam final di lapangan tenis Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/11).

Benz mundur persis ketika tertinggal 0-4 pada game ke-12 set kedua. Sebelumnya dia gagal mengembalikan dengan baik servis flat Bretting hingga terpeleset. Benz melapor kepada wasit untuk berhenti bertanding karena terserang demam dan penglihatannya buram. Laga pun dihentikan dan Bretting dinyatakan menang dengan skor 6-2 dan 4-0 (retired).

”Saya ikut menyesal Benz harus mundur karena awalnya saya menginginkan laga yang sengit untuk menang,” ujar Bretting.

Laga kemarin memang menjadi milik Bretting yang tampil percaya diri. Keduanya sempat imbang pada kedudukan 1-1 set pertama. Namun, Bretting berhasil mempertahankan servisnya hingga unggul 4-2. Pada game ketujuh set pertama, Bretting membuat break yang ditutupnya dengan forehand down the line ketika Benz dalam posisi memegang servis. Pada game kedelapan, Bretting mulai berani menyerang karena melihat Benz mulai kewalahan. Dia pun menutup kemenangan set pertama lewat forehand smash.

Sebaliknya, Benz makin terpuruk pada set kedua. Pada game kesembilan ketika memegang servis, dia membuat sekali double fault dan dua poin terbuang akibat backhand slice dan forehand spin yang membentur net. Tiga game terakhir, Benz membuat enam kali bola keluar, empat kali pukulan membentur net, dan tiga kali gagal mengembalikan bola.

Pada final sesama China di tunggal putri, unggulan kedelapan Lin Zhu menekuk unggulan keenam Ran Tian dengan skor 6-3, 6-4. Ganda putra menjadi milik petenis ”gado-gado” Sebastian Richter (Jerman)/Chieh Fu Wang (Taiwan) yang menang atas pasangan Indonesia, Ega Uneputty/Indra Wijaya, lewat super tie-break 7-6 (6), 3-6, 10-8).

Meski sempat memaksakan tie-break pada set pertama, Ega dan Indra kewalahan mengantisipasi servis akurat dan cukup keras dari Chieh Fu Wang. ”Kami kelelahan, apalagi ketika sudah di super tie-break, lawan big serve terus,” ucap Ega.

Meski Indonesia gagal menyumbang prestasi pada nomor tunggal putra dan putri, ganda putri memberi gelar pelipur lara lewat pasangan Bella Destriana/Cynthia Melita yang menang dalam final sesama Indonesia dengan Aldila Sutjiadi/Nadya Syarifah 6-3 6-0. (SIN)

 

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: