
Kamis, 19 November 2009 | 03:10 WIB
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, sidang isbat yang diselenggarakan Badan Hisab dan Rukyat Departemen Agama di Jakarta, Rabu, memutuskan, Idul Adha 1430 Hijriah jatuh pada Jumat, 27 November 2009.
Sidang isbat yang dipimpin Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar diikuti, antara lain, pimpinan ormas-ormas Islam dan Dirjen Peradilan Agama Mahkamah Agung Wahyu Widiana.
Putusan dikeluarkan setelah hilal (bulan) dapat diamati dari Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur, senja kemarin.
Mengenai biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), Suryadharma mengatakan sedang dipikirkan agar menjadi flat. Artinya, jemaah tidak akan menambah lagi BPIH jika ada perubahan harga. Misalnya, tahun ini biaya daftar tunggu Rp 20 juta, jika BPIH tahun 2010 rata-rata Rp 34 juta, jemaah menambah Rp 14 juta. Seandainya ada kenaikan nilai dollar AS tahun 2010, jemaah tidak menambah lagi.
Menteri juga menyatakan, tahun depan jemaah akan memakai batik agar terlihat berbeda dari jemaah haji negara lain. Batiknya, menurut Suryadhama, sesuai dengan daerah asal jemaah.
Sepekan menjelang puncak ibadah haji, masalah transportasi jemaah haji di Mekkah, Arab Saudi, belum terpecahkan. Kurangnya armada angkutan membuat jemaah kesulitan untuk beribadah di Masjidil Haram.
Pantauan tim pengawas Komisi VIII DPR menemukan banyak jemaah kesulitan angkutan untuk pergi-pulang pondokan ke Masjidil Haram. ”Jemaah kita kesulitan karena angkutan sangat kurang. Bahkan, mereka menunggu berjam-jam. Malah ada yang kembali ke pondokan karena terlalu lama menunggu,” kata Radityo Gambiro, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, dari Mekkah.
Kepala Daerah Kerja Mekkah Subakin Abdul Muthalib yang dihubungi secara terpisah mengatakan, persiapan transportasi sudah lama dibicarakan walau penandatanganan kontrak agak mepet. ”Tetapi, dalam kondisi Mekkah yang sangat padat, berapa pun armada yang disiapkan tidak akan cukup,” katanya.