
Jumat, 20 November 2009 | 02:49 WIB
Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Kamis (19/11), melaporkan, saat ini ribuan pekerja menyiapkan berbagai fasilitas untuk wukuf jemaah, seperti tenda, toilet, kamar mandi umum, dan jaringan airnya. Petugas juga memperbaiki keran air minum, akses jalan, dan gang-gang menuju atau keluar tenda.
Arafah, hamparan padang pasir yang dikelilingi bukit batu seluas 3,5 kilometer yang tanpa penghuni itu, akan didatangi sekitar 2,5 juta tamu Allah dari seluruh penjuru dunia untuk menunaikan ibadah haji, rukun Islam kelima.
Jemaah haji akan mulai bergeser dari kota suci Mekkah ke Padang Arafah yang berjarak sekitar 25 kilometer mulai Selasa mendatang. Adapun ritual wukuf akan dimulai sejak tergelincirnya matahari di tengah hari, Kamis, 9 Zulhijah, 26 November.
Pada saat wukuf, jemaah haji melakukan shalat, zikir, memanjatkan doa, dan melakukan perenungan untuk menimbang-nimbang sendiri, berat pahala dan dosa yang telah mereka lakukan selama ini.
Sampai kemarin, jemaah haji nonkuota dari Tanah Air masih banyak yang datang ke Tanah Suci dengan menggunakan penerbangan komersial.
Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Depag Slamet Riyanto, jemaah nonkuota di Tanah Suci mencapai 1.040 orang. ”Itu hanya yang terpantau petugas kami. Mereka tidak terdaftar sebagai jemaah haji di Depag,” katanya.
Hingga kemarin, sudah 169.138 anggota jemaah haji Indonesia tiba di Tanah Suci dan semuanya berada di Mekkah.
Namun, masih ada jemaah haji yang dirawat inap di Balai Pengobatan Haji Indonesia. Satu orang dirawat di Madinah, tiga orang di Jeddah, dan 90 orang di Mekkah. Jika sampai waktu wukuf mereka masih sakit, mereka akan disafari-wukufkan.