
Jumat, 20 November 2009 | 03:42 WIB
Jakarta, Kompas
”Banjir mengganggu pasokan dari pasar induk dan pusat distribusi dalam kota ke pasar tradisional dan toko-toko. Pasokan dari luar daerah dan luar pulau juga dapat terganggu, apalagi jika badan jalan rusak,” kata Ketua komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Jakarta Satria Hamid Ahmadi, Kamis (19/11) di Jakarta Timur.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta Ade Suharsono meminta polisi dan dinas perhubungan membantu memperlancar distribusi bahan pokok sampai ke pasar tradisional dan pertokoan. Dinas pekerjaan umum juga diminta membantu mengatasi banjir dan genangan agar distribusi bahan pokok lancar.
Harga bahan pokok dipastikan stabil. Jumlah stok beras di Jakarta mencapai 155.265 ton atau cukup untuk persediaan dua bulan. Stok gula pasir 1.850 ton atau cukup untuk enam bulan, dan tepung terigu 75.000 ton, atau cukup untuk tiga bulan. Adapun cadangan daging ayam dan sapi cukup untuk delapan bulan ke depan.
”Stok melimpah membuat harga turun sejak pasca-Lebaran dan stabil sampai sekarang. Berdasarkan pengalaman, tidak ada lonjakan permintaan jelang Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru,” kata Ade.
Hujan baru dua pekan mengguyur Jakarta, tetapi sejumlah kerusakan telah ditimbulkan. Selain menyebabkan banjir, macet, pohon tumbang, hujan juga menimbulkan genangan air yang kerap menyebabkan aspal jalan tergerus dan menciptakan lubang.
Hingga kemarin, Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mencatat sudah muncul lubang di 17 lokasi di seluruh Jakarta.
”Banyak pengendara sepeda motor menghubungi kami melaporkan adanya lubang yang menyebabkan mereka hampir celaka. Di Jakarta Selatan saja, ada enam titik jalan berlubang, antara lain di Fatmawati, jembatan layang Pancoran, dan TB Simatupang,” tutur Ajun Inspektur Satu Kasno, petugas TMC.
Sementara itu data Dinas Bina Marga dan Tata Air Bekasi menunjukkan ada 23 lokasi rawan banjir dan genangan di Kota Bekasi. Lokasi itu tersebar di delapan kecamatan, antara lain Jatiasih, Mustikajaya, Bekasi Timur, Bekasi Barat, Bekasi Selatan, dan Bekasi Utara. Sebagian lokasi rawan banjir dan genangan air itu adalah kawasan permukiman di bantaran Kali Bekasi.
Kepala Bidang Tata Air di Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Yurizal mengatakan, Pemkot Bekasi juga sudah menempatkan pompa air di kawasan permukiman.