Rabu, 10 Februari 2010
ANTARA/MAHA EKA SWASTA
Sejumlah petugas memasang tenda di maktab jemaah haji Indonesia di Padang Arafah, Kamis (19/11). Wukuf di Padang Arafah berlangsung sepekan lagi.
Mekkah Penuh Sesak
Jelang Wukuf, Indonesia Pasang 478 Tenda di Arafah

Sabtu, 21 November 2009 | 02:53 WIB

Mekkah, Kompas - Puncak ibadah haji yang tinggal beberapa hari lagi membuat jemaah terkonsentrasi di kota Mekkah, Arab Saudi. Akibatnya, kondisi kota Mekkah semakin padat, Jumat (20/11). Sejak Jumat dini hari hampir tidak ada ruangan kosong di areal Masjidil Haram.

Demikian laporan wartawan Kompas Subhan SD dari Mekkah, Jumat petang. Semua ruang di Masjidil Haram dipadati jemaah haji yang melaksanakan ibadah umrah dan shalat lima waktu. Bahkan, saat shalat Jumat, polisi (askar) dengan tegas menghalau jemaah yang memasuki areal masjid.

Jemaah diminta tidak memaksakan diri karena semua ruangan terisi penuh. Bahkan, jemaah menjejali pelataran dan lantai paling atas masjid walaupun berpeluh karena kepanasan di bawah terik matahari. ”Dalam dua hari ini semakin padat sehingga sulit mendekat ke Kabah,” kata H Nalam, anggota jemaah kelompok terbang 5 embarkasi Medan yang telah tinggal di Mekkah sejak 22 hari lalu.

Padatnya jumlah jemaah di Mekkah itu menimbulkan kemacetan lalu lintas. Hal itu, menurut Kepala Daerah Kerja Mekkah Subakin Abdul Muthalib, juga mengganggu sistem angkutan jemaah haji Indonesia.

Meskipun Mekkah dalam keadaan penuh sesak, menurut kantor berita Saudi Press Agency, Jumat, semua kegiatan beribadah di Masjidil Haram berlangsung aman dan lancar.

Pelayanan dan pengendalian keamanan juga dikendalikan oleh Gubernur Mekkah Khalid Alfaisal bin Abdulaziz yang juga Ketua Panitia Pusat Haji.

Jelang wukuf

Menjelang wukuf, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia melakukan sejumlah persiapan. Panitia menyiapkan 478 tenda untuk jemaah haji Indonesia di Padang Arafah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama Slamet Riyanto saat dihubungi, Jumat, mengatakan, pihaknya mulai melakukan persiapan menghadapi wukuf, Kamis pekan depan.

Dari Boyolali dilaporkan, PPIH Embarkasi Adisumarmo Surakarta, Jawa Tengah, menemukan indikasi pemalsuan data jemaah haji. PPIH mendapati 110 anggota jemaah haji kelompok terbang 86 dari Kota Solo memiliki alamat nyaris sama serta beberapa jemaah tak bisa berbahasa Jawa dan Indonesia.

Ketua PPIH Embarkasi Solo Masyhudi dalam siaran pers, Jumat petang, mengaku prihatin mengetahui indikasi pemalsuan data jemaah haji itu. (NTA/*/GAL/NAS)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: