
Sabtu, 21 November 2009 | 03:09 WIB
Singapura, Jumat -
Demikian dikatakan pejabat Boeing, Jumat (20/11) di Singapura. ”Pemesanan pesawat-pesawat baru dipicu naiknya jumlah penumpang udara seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi kawasan,” kata Randy Tinseth, Wakil Presiden Boeing untuk Divisi Pemasaran Pesawat-pesawat Komersial.
”Ini berarti Asia Pasifik akan menjadi yang terbesar di dunia dalam konteks investasi dan penjualan,” kata Tinseth dalam sebuah seminar soal penerbangan di Singapura.
Pemesanan 9.000 pesawat itu dibuat oleh Boeing berdasarkan asumsi akan terjadinya pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 4,4 persen per tahun di Asia Pasifik selama 20 tahun mendatang. Pertumbuhan ekonomi sebesar itu juga akan menaikkan penumpang udara rata-rata 6,5 persen per tahun, mulai dari sekarang hingga tahun 2028.
Jika pertumbuhan ekonomi lebih dari 4,4 persen, sebuah asumsi yang tergolong moderat, otomatis pertumbuhan arus penumpang udara pun meningkat lebih tajam lagi.
Dengan asumsi serupa, pertumbuhan angkutan kargo juga akan naik 6,3 persen per tahun dalam periode yang sama. ”Sebagai akibat dari pertumbuhan ini, yang pada umumnya terjadi di negara berkembang, lanskap perjalanan udara juga akan berubah,” kata Tinseth.
Dominasi trans-Atlantik antara Eropa dan AS juga akan otomatis digantikan dengan dominasi intra-Asia Pasifik dalam hal penerbangan udara.