Rabu, 10 Februari 2010
Pakistan Cemaskan Kebijakan Obama

Sabtu, 21 November 2009 | 03:12 WIB

Sebagai negara yang bertetangga dan berbatasan langsung dengan Afganistan, Pakistan berharap-harap cemas menunggu keputusan Presiden AS Barack Obama mengenai strategi baru AS di Afganistan. Perluasan perang Afganistan ke Pakistan diyakini semakin sulit dihindarkan.

Jika akhirnya Obama mengambil keputusan untuk menambah jumlah tentara AS di Afganistan, seperti diminta Panglima Operasi Militer AS di Afganistan, Pakistan kemungkinan besar akan merasakan langsung dampaknya.

Perang di Afganistan, yang diperkirakan akan semakin sengit, bisa membuat medan perang semakin meluas ke Pakistan, mengingat perbatasan Pakistan-Afganistan selama ini pun menjadi medan pertempuran antara pasukan AS dan NATO dengan gerilyawan Taliban.

Taliban yang semakin terdesak di Afganistan akan menjadikan wilayah Pakistan sebagai tempat pelariannya. Wilayah Pakistan pun berpotensi menjadi tempat balas dendam para gerilyawan Taliban. Hal ini bukan sesuatu yang mudah karena saat ini pun Pakistan cukup kerepotan menghadapi perlawanan gerilyawan Taliban Pakistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang telah menewaskan ratusan orang.

Kekhawatiran Pakistan itu telah disampaikan kepada penasihat keamanan nasional AS, Jenderal James Jones, di Islamabad, baru-baru ini.

”Kami mengkhawatirkan Taliban mungkin berusaha menyeberang ke Pakistan jika kekerasan meningkat, setelah penggelaran pasukan baru itu,” kata seorang pejabat Pakistan.

Situasi semacam itu, dia tambahkan, akan menimbulkan permasalahan yang rumit bagi Pakistan, khususnya saat negara itu melakukan ofensif di Waziristan Selatan, salah satu provinsi yang berbatasan dengan Afganistan.

Atas kekhawatiran Pakistan itu, pejabat-pejabat AS mengatakan, penguatan pasukan itu tidak akan membuka front-front pertempuran baru, tetapi fokus pada mengamankan kawasan berpenduduk padat.

Pengalaman lalu

Pakistan masih ingat pengalaman masa lalu, ketika Soviet keluar tiba-tiba dari Afganistan tahun 1989 dan meninggalkan negara itu dalam keadaan chaos.

Wajarlah bila Pakistan pun kini berharap Obama memiliki strategi yang jelas untuk keluar dari Afganistan. Tentunya strategi itu diharapkan juga mempertimbangkan kemungkinan dampaknya bagi Pakistan.

”Sebuah strategi keluar harus dilaksanakan dalam waktu enam hingga tujuh tahun. Mereka tidak boleh mengulang kesalahan yang dilakukan setelah mundurnya Soviet,” kata seorang pejabat Pakistan.

Analis-analis Pakistan sendiri berpendapat penambahan tentara di Afganistan penting untuk menunjukkan kepada Taliban bahwa AS tidak akan keluar dengan segera dari negara itu, sehingga bisa memaksa Taliban melakukan perundingan.

Oleh karena itulah, AS pun telah meminta Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan Taliban, yang dulu merupakan mitranya. Hubungan Pakistan dengan Taliban itu terputus setelah serangan 11 September. (Reuters/OKI)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: