
Sabtu, 21 November 2009 | 03:14 WIB
Kepala Polisi Antipenculikan Peru Kolonel Jorge Mejia, Kamis (19/11) di Lima, ibu kota Peru, mengatakan, geng beraksi di hutan Huanuco, 400 km timur laut Lima. Tiga tersangka ditangkap karena membawa botol berisi cairan lemak manusia dan mengaku telah membunuh lima warga.
Menurut Mejia, tidak tertutup kemungkinan, geng yang dijuluki Pishtacos ini sudah membunuh puluhan warga. Sebab sejak awal tahun hingga kini, 60 orang hilang di Huanuco. Tersangka mengatakan, tidak semua orang hilang karena mereka. Pemberontak berhaluan kiri juga menjadikan Huanuco sebagai basis perjuangan.
Kata Mejia, pertama kali polisi menangkap dua anggota geng pada 3 November. Mereka adalah Serapio Marcos Veramendi dan Enedina Estela, ditangkap di terminal bus Lima. Polisi menyita seliter lemak manusia di dalam botol soda.
Dari keterangan dua tersangka itu, tiga hari kemudian polisi menangkap Elmer Segundo Castillejos (29) di terminal bus yang sama. Saat itu Castillejos menenteng seperempat liter cairan lemak manusia yang siap dijual kepada penadah di
Mejia menunjukkan foto kepala seorang pria berusia 27 tahun, korban pembunuhan Castillejos. Tersangka mengaku telah mencincang korbannya, lalu melakukan pengasapan untuk mendapatkan lemaknya. Cairan lemak dijual untuk dijadikan salah satu bahan kosmetik yang akan dijual ke Eropa.
Dari tiga tersangka diperoleh keterangan, masih ada enam anggota geng yang berkeliaran di Huanuco. Pemimpinnya, Hilario Cudena (60), telah beraksi selama tiga dasawarsa. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.
Ahli medis meragukan kalau lemak manusia itu untuk kosmetik, sekalipun memiliki aplikasi medis. Lemak manusia biasanya untuk menghilangkan kerutan di tubuh, tetapi selalu diambil dari perut atau bokong pasien bersangkutan. ”Akan ada risiko mengancam jiwa kalau diambil dari lemak orang lain,” kata Neil Sadick, profesor dermatologi di Weill Cornell Medical College, New York. Adam Katz, profesor operasi plastik pada Fakultas Kedokteran University of Virginia juga tidak yakin.
Aksi gang mengingatkan mitologi Pishtacos pre-Kolombia tentang seorang pria yang membunuh sesama untuk mengambil lemaknya.(AP/AFP/REUTERS/CAL)