Rabu, 10 Februari 2010
AP PHOTO/KAREL NAVARRO
Seorang polisi memperlihatkan dua botol berisi lemak manusia dalam jumpa pers di Lima, Peru, Kamis (19/11). Polisi menduga lemak tersebut dijual ke perusahaan farmasi dan kosmetik di Eropa.
KRIMINALITAS
Geng Bunuh Warga untuk Dapatkan Lemak

Sabtu, 21 November 2009 | 03:14 WIB

Penangkapan beberapa anggota geng Pishtacos di Peru menggemparkan penduduk negeri itu. Sebab, dari para tersangka dan barang buktinya diketahui mereka telah membunuh puluhan warga. Lemak korban diambil dan dijual untuk bahan kosmetik seharga 15.000 dollar AS atau Rp 14,29 juta per liter.

Kepala Polisi Antipenculikan Peru Kolonel Jorge Mejia, Kamis (19/11) di Lima, ibu kota Peru, mengatakan, geng beraksi di hutan Huanuco, 400 km timur laut Lima. Tiga tersangka ditangkap karena membawa botol berisi cairan lemak manusia dan mengaku telah membunuh lima warga.

Menurut Mejia, tidak tertutup kemungkinan, geng yang dijuluki Pishtacos ini sudah membunuh puluhan warga. Sebab sejak awal tahun hingga kini, 60 orang hilang di Huanuco. Tersangka mengatakan, tidak semua orang hilang karena mereka. Pemberontak berhaluan kiri juga menjadikan Huanuco sebagai basis perjuangan.

Kata Mejia, pertama kali polisi menangkap dua anggota geng pada 3 November. Mereka adalah Serapio Marcos Veramendi dan Enedina Estela, ditangkap di terminal bus Lima. Polisi menyita seliter lemak manusia di dalam botol soda.

Dari keterangan dua tersangka itu, tiga hari kemudian polisi menangkap Elmer Segundo Castillejos (29) di terminal bus yang sama. Saat itu Castillejos menenteng seperempat liter cairan lemak manusia yang siap dijual kepada penadah di Lima. Seliter lemak dihargai 15.000 dollar AS atau Rp 14,29 juta.

Mejia menunjukkan foto kepala seorang pria berusia 27 tahun, korban pembunuhan Castillejos. Tersangka mengaku telah mencincang korbannya, lalu melakukan pengasapan untuk mendapatkan lemaknya. Cairan lemak dijual untuk dijadikan salah satu bahan kosmetik yang akan dijual ke Eropa.

Dari tiga tersangka diperoleh keterangan, masih ada enam anggota geng yang berkeliaran di Huanuco. Pemimpinnya, Hilario Cudena (60), telah beraksi selama tiga dasawarsa. Polisi masih terus menyelidiki kasus ini.

Ahli medis meragukan kalau lemak manusia itu untuk kosmetik, sekalipun memiliki aplikasi medis. Lemak manusia biasanya untuk menghilangkan kerutan di tubuh, tetapi selalu diambil dari perut atau bokong pasien bersangkutan. ”Akan ada risiko mengancam jiwa kalau diambil dari lemak orang lain,” kata Neil Sadick, profesor dermatologi di Weill Cornell Medical College, New York. Adam Katz, profesor operasi plastik pada Fakultas Kedokteran University of Virginia juga tidak yakin.

Aksi gang mengingatkan mitologi Pishtacos pre-Kolombia tentang seorang pria yang membunuh sesama untuk mengambil lemaknya.(AP/AFP/REUTERS/CAL)

Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
mala @ Minggu, 22 November 2009 | 15:27 WIB
tuh.......... orang dah mati rasa X,
daone @ Sabtu, 21 November 2009 | 13:52 WIB
Salah satu tanda kiamat adalah banyaknya pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan manusia kepada manusia lain.
Yudi @ Sabtu, 21 November 2009 | 10:07 WIB
Masakan $15.000 = Rp 14,29 juta ? Bukannya Rp 142,5 juta (kurs $1= Rp 9.500,-) ? Tumben ini kesalahan diulang 2x ... hehehe...
bebek kwek2 @ Sabtu, 21 November 2009 | 09:10 WIB
dunia ini makin menggila saja...hukum dah ga punya t4, manusia dah ga punya nurani.
rezza @ Sabtu, 21 November 2009 | 09:02 WIB
waduh gawat bwt cari duit aja sesama harus di korbanin manusia2 udah pada gila

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: