
Sabtu, 21 November 2009 | 03:24 WIB
Bandung, Kompas -
Pendapatan sebesar itu meningkat sekitar 0,5 persen sampai 7,5 persen dibanding pendapatan tahun lalu Rp 27,9 triliun.
Direktur Keuangan United Tractor Gideon Hasan, pada acara Workshop Wartawan Pasar Modal di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (20/11), mengatakan, peningkatan pendapatan itu
sebagian besar berasal dari bisnis PT Pama Persada, salah satu anak usaha perseroan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan.
Gideon mengatakan, penjualan alat berat akan mulai pulih tahun 2010 seiring dengan perkiraan membaiknya perekonomian global, khususnya bisnis di sektor perkebunan.
Kondisi bisnis di sektor perkebunan memberikan pengaruh signifikan pada United Tractor karena sekitar 20 persen alat berat perseroan dijual ke perusahaan perkebunan.
Kinerja keuangan perseroan tahun depan diperkirakan akan meningkat sekitar 10 persen. Pendapatan perseroan, misalnya, diperkirakan mencapai Rp 30 triliun-Rp 33 triliun.
Untuk memperoleh pendapatan sebesar itu, United Tractor akan menganggarkan belanja modal sebesar 430 juta dollar AS atau sekitar Rp 4 triliun.
Sebanyak 30 juta dollar AS dari belanja modal itu diperuntukkan bagi United Tractor sebagai induk perusahaan dan sekitar 400 juta dollar AS untuk anak perusahaan perseroan, khususnya Pama Persada.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Astra Agro Lestari Tbk Tonny Hermawan mengatakan, tahun ini perseroan tengah membangun dua buah pabrik CPO di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Tahun 2010, perseroan akan kembali membangun dua pabrik CPO lagi yang juga berlokasi di Kaltim dan Kalteng.
Sampai Oktober 2009, ujar Tonny, total produksi CPO perseroan telah mencapai 859 ton atau 8,4 persen lebih tinggi dari pencapaian per Oktober 2008 sebesar 792 ton.
Namun, dalam periode yang sama harga rata-rata penjualan CPO perseroan turun dari