
Sabtu, 21 November 2009 | 03:25 WIB
Jakarta, Kompas -
”Kami akan duduk satu meja dengan pemerintah membicarakan kondisi-kondisi itu sebelum membangun tol itu,” kata Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Adityawarman, Jumat (20/11) di Jakarta, saat menjelaskan persiapan operasional Jalan Tol Lingkar Bogor.
Menurut Adityawarman, pada umumnya ketidaklayakan finansial jalan tol dapat dikoversi dengan meningkatkan tarif dasar tol atau perpanjangan konsesi.
Seksi II Jalan Tol Lingkar Bogor akan menghubungkan Kedung Halang-Simpang Yasmin sepanjang empat kilometer. Dalam data teknik konstruksi jalan tol itu dimuat pula rencana pembangunan seksi III tol, antara Simpang Yasmin-Darmaga.
Menurut Adityawarman, volume di seksi II jalan tol itu belum tinggi karena permukiman di Bogor bagian barat belum tumbuh. ”Urusan volume memang dilema karena mungkin penambahan trafik baru terjadi setelah tol dibangun, seiring pengembangan kawasan. Tapi, secara finansial, tol baru layak dibangun setelah volume kendaraan mencukupi,” ujarnya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Nurdin Manurung mengatakan, peresmian Jalan Tol Lingkar Bogor seksi I dijadwalkan Senin (23/11). ”Saya belum tahu siapa yang akan meresmikan, apakah Menteri Pekerjaan Umum atau pejabat lain. Prinsipnya, tol itu dapat dioperasikan,” kata Nurdin.
Jasa Marga telah mengoperasikan tol itu selama arus mudik dan balik setelah meminta izin kepada Menteri PU.
Nurdin menjelaskan, tarif Tol Lingkar Bogor seksi I baru dibahas Jumat malam. ”Namun, usul Jasa Marga Rp 3.500,” ujarnya.
Jalan Tol Lingkar Bogor seksi I, menurut Adityawarman, memang telah layak operasi. ”Konstruksi telah selesai, rambu jalan telah dipasang, kendaraan patroli, dan petugas siap,” katanya.
Selain itu, lanjut Adityawarman, animo masyarakat Bogor Utara dan Barat juga tinggi