Rabu, 10 Februari 2010
Waspadai Krisis Ikan
Pemerintah Perlu Memperkuat Industri Pakan

Sabtu, 21 November 2009 | 03:26 WIB

Jakarta, Kompas - Gejala krisis ikan nasional perlu diwaspadai. Itu ditandai dengan semakin merosotnya sumber daya perikanan karena eksploitasi yang berlebihan, maraknya pencurian ikan , dan meningkatnya target produksi tanpa didukung pembenahan sumber daya.

Jika dibiarkan, hal itu akan mengancam ketahanan pangan nasional. Hal tersebut dikemukakan sejumlah kalangan sebagai refleksi peringatan Hari Perikanan Sedunia, 21 November 2009.

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Riza Damanik, Jumat (20/11), mengemukakan, kebijakan perikanan yang berorientasi pada peningkatan produksi dan ekspor belum didukung optimalisasi industri pengolahan.

Akibatnya, pelaku usaha menitikberatkan ekspor bahan baku, yang pada gilirannya hanya mengeksploitasi sumber daya.

Sementara itu, maraknya pencurian ikan di perairan Indonesia semakin menguras sumber daya nasional dan menurunkan pendapatan nelayan lokal.

”Tanpa koreksi kebijakan perikanan, Indonesia diprediksi akan mengalami krisis ikan pada tahun 2015,” ujar Riza.

Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) menargetkan Indonesia sebagai penghasil produk perikanan terbesar di dunia tahun 2015 dengan memacu produksi perikanan tangkap dan budidaya. Produksi perikanan budidaya ditargetkan naik sebesar 300 persen.

Target produksi perikanan

Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor Arif Satria mengatakan, target peningkatan produksi perikanan budidaya sebesar 300 persen harus dicermati karena dapat menjadi bumerang bagi keberlanjutan sumber daya ikan.

Peningkatan produksi perikanan membawa dampak pada penambahan kebutuhan pakan. Adapun sebagian besar bahan baku untuk pakan hingga kini masih bersumber dari ikan.

”Kenaikan produksi perikanan budidaya bisa berdampak negatif terhadap stok sumber daya di laut. Apa artinya meningkatkan budidaya ikan kalau akhirnya ikan laut terkuras,” ujar Arif.

Produksi pakan ikan, lanjut Arif, selama ini didominasi oleh perusahaan skala besar yang menikmati keuntungan dari peningkatan kebutuhan pakan.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat industri pakan skala usaha kecil dan menengah sehingga kenaikan permintaan pakan akan menciptakan banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.

Tahun 2010, ekspor hasil perikanan ditargetkan 2,9 miliar dollar AS atau naik dibandingkan tahun 2009 sebesar 2,8 miliar dollar AS. Hingga Agustus 2009, realisasi ekspor perikanan baru mencapai 1,7 miliar dollar AS.

Salah satu upaya meningkatkan produksi perikanan adalah menambah anggaran DKP sebesar Rp 1,6 triliun untuk APBN-Perubahan tahun 2010, di antaranya untuk pemberian bibit ikan dan alat tangkap. (LKT)

Share on Facebook
Nilai 1 A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
suzy anna @ Sabtu, 21 November 2009 | 10:20 WIB
Masalah ekonomi perikanan dan kelautan atau sumber daya alam akhlinya yang tepat adalah : Prof. Akhmad Fauzi, Phd, Msc. Di Departemen ESL FEM IPB..

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: