
Sabtu, 21 November 2009 | 03:36 WIB
Jakarta, Kompas -
Demikian diungkapkan Direktur Narkoba Mabes Polri Brigadir Jenderal (Pol) Arman Depari di sebuah rumah di Jalan Madu 11, Tamansari, Jakarta Barat, yang dijadikan lokasi menyimpan dan tempat berdagang sabu serta ekstasi.
”Pabriknya berada di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Ini adalah pabrik pindahan dari kawasan Puncak. Pabriknya sudah kami amankan. Yang masih kami cari dan buru adalah gudang penyimpanan bahan mentahnya,” tutur Arman.
Arman mengatakan, sindikat sabu ini dimodali dan dipimpin V yang masih buron. ”Orangnya cerdas, licin, dan nekat. Ia cepat akrab dengan kalangan tempat hiburan malam di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat,” ujar Arman.
Kenekatannya ditunjukkan dengan keberaniannya memilih tempat menyimpan dan berdagang sabu yang tidak jauh dari kawasan hiburan malam terluas di Jakarta. ”Saya pun tak menduga lokasinya di sini kalau tersangka tidak menunjukkan tempatnya,” ucap pimpinan tim penyergap, Ajun Komisaris Besar Syamsu Rizal Mokoagow.
Menurut Syamsu, kedua tersangka mengaku telah memproduksi 100 kilogram sabu selama lima bulan. Harga satu gram sabu saat ini lebih dari Rp 1 juta.
Di Pabriknya, di Pamulang, polisi menyita seperangkat alat pembuat sabu, sedangkan di Jalan Madu polisi menyita 25 kilogram sabu cair, dua ons sabu kristal, dam 150 butir pil ekstasi.
”Seluruh bahan sabu didatangkan dari China oleh V,” kata Syamsu.