Rabu, 10 Februari 2010
AFP/CRIS BOURONCLE
Pengunjuk rasa Mesir membakar bendera nasional Aljazair di depan Kedutaan Besar Aljazair di Kairo, Mesir, Jumat (20/11). Mereka memprotes insiden penyerangan yang dilakukan pendukung Aljazair terhadap warga Mesir seusai laga play off kualifikasi Piala Dunia 2010.
FIFA Tolak Tanding Ulang
Demo Anti-Aljazair Merebak di Mesir

Sabtu, 21 November 2009 | 03:45 WIB

London, Jumat - FIFA, Jumat (20/11), menolak permintaan Irlandia untuk tanding ulang play off melawan Perancis. Mimpi Irlandia lolos ke Piala Dunia 2010 hancur lewat gol kontroversial William Gallas yang didahului kecurangan Thierry Henry yang mengontrol bola dengan tangan.

Henry sendiri dalam pernyataannya mengatakan, solusi paling fair soal hands ball-nya adalah tanding ulang. ”Tentu saja solusi paling adil adalah mengulang laga, tetapi itu bukan wewenang saya,” kata stiker Barcelona ini.

FIFA menyatakan tidak akan menggelar laga ulang itu. ”FIFA mengemukakan bahwa hasil laga itu tidak dapat diubah dan laga tak bisa diulang. Seperti ditekankan dalam ’Laws of the Game’, selama laga, keputusan diambil wasit dan keputusan itu final,” demikian pernyataan di situs badan sepak bola dunia itu.

Perancis lolos ke Piala Dunia 2010 dengan keunggulan agregat 2-1 atas Irlandia setelah hasil imbang 1-1 di Paris, pekan lalu. Irlandia unggul 1-0 selama 90 menit sebelum Gallas mencetak gol pada babak perpanjangan waktu. Gol itu kontroversial karena didahului hands ball Henry yang dua kali mengontrol bola dengan tangan sebelum memberikan assist kepada Gallas untuk menyamakan kedudukan.

Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) menyatakan, insiden hands ball Henry merusak integritas sepak bola. Pemerintah Irlandia mendukung desakan untuk tanding ulang dan Perdana Menteri Brian Cowen menyatakan akan mendiskusikan hal itu dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy di Brussels. Sarkozy meminta maaf kepada Irlandia, tetapi tak sepakat tanding ulang.

Pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni sudah menyadari tanding ulang adalah hal yang mustahil. Ia lebih mengkritik keputusan FIFA untuk memakai tim unggulan dalam undian play off guna menghindarkan tim besar saling bertemu. ”Saya tidak bisa meminta ini karena saya tahu itu mustahil. Saat wasit memutuskan, itu adalah akhir pertandingan,” kata Trappatoni.

Pelatih Perancis Raymond Domenech merasa tidak perlu untuk meminta maaf kepada Irlandia. ”Di lapangan saya tidak meliat hands ball itu. Saya melihat tayangan ulang dan itu adalah kesalahan wasit. Bagi saya, itu adalah insiden laga, bukan kecurangan. Jadi, saya tidak melihat alasan mengapa kami harus meminta maaf,” ujarnya.

Hansson bicara

Wasit Martin Hansson asal Swedia akhirnya berbicara setelah blunder yang dilakukannya saat memimpin laga itu. Hansson tidak melihat hands ball Henry dan mengesahkan gol Gallas. Ia menuai kecaman, termasuk dari negaranya sendiri, dan berharap segera melupakan kejadian itu.

Dalam wawancara dengan radio Swedia, Radio Blekinge, Hansson mengatakan, ”Saya tidak bisa berkomentar soal laga itu, tetapi hidup harus berlanjut. Saya berharap bisa selamat dari hal ini.” Sejumlah laporan menyatakan Hansson tetap akan masuk dalam daftar wasit yang bakal memimpin laga Piala Dunia tahun depan.

Anti-Aljazair

Sementara itu, demonstran bentrok dengan polisi di dekat kedutaan Aljazair di Kairo, melukai 11 petugas setelah kemarahan merebak seusai kekalahan Mesir pada play off melawan Aljazair. Kementerian Dalam Negeri Mesir menyebutkan, 24 orang, termasuk 11 polisi, terluka dan 15 mobil rusak. Para demonstran meneriakkan slogan anti-Aljazair dan membakar bendera Aljazair.

Kekerasan merebak sejak laga terakhir kualifikasi grup di antara kedua tim di Kairo pekan lalu. Suporter Mesir melempari bus yang mengangkut tim Aljazair dengan batu sehingga menyebabkan tiga pemain terluka. Mesir menang 2-0 memaksa laga play off di Sudan yang akhirnya dimenangi Aljazair. Mesir memanggil pulang duta besarnya di Aljazair seusai laga sebagai protes kekerasan terhadap warga Mesir.

Sementara FIFA melakukan investigasi atas kekerasan di Mesir. ”Proses disiplin dibuka terhadap Asosiasi Sepak Bola Mesir. Berdasar laporan resmi yang diterima FIFA, ada insiden yang memengaruhi tim Aljazair dalam perjalanan mereka dari bandara ke hotel,” demikian pernyataan FIFA. (ap/afp/reuters/ray)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: