
Sabtu, 21 November 2009 | 14:30 WIB
Taman Wisata Alam Kawah Kamojang di Kampung Pangkalan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, ternyata menyimpan hikayat tersendiri. Sang kuncen, Abah Koko (62), menceritakan, Kamojang berasal dari kata mojang (perempuan) cantik.
"Ceritanya, di kawasan ini dahulu kala pernah hidup perempuan yang kecantikannya begitu tersohor di Tatar Sunda," ujar Abah Koko. Legenda ini lalu terus berkembang. Hingga akhirnya, kawasan ini dinamai Kamojang. Bahkan, masih menurut Abah Koko, mojang cantik itu masih kerap menampakkan diri di depannya. "Tetapi, kalau dengan orang lain, wujudnya kadang berbentuk ular," ujar Abah Koko serius.
Puluhan tahun berlalu, Abah Koko mengakui, nama Kamojang kini lebih indentik dengan keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dikembangkan Pertamina Geothermal Energy (PGE). Warga setempat pun sangat mendukung operasional PGE, yang diakui banyak membantu masyarakat lokal.
Mengingat sejarah panjang eksplorasi panas bumi berawal dari tempat ini, Direktur PGE Abadi Poernomo berencana mengembangkan kawasan Kamojang sebagai museum panas bumi Indonesia. (GRE)