
Sabtu, 21 November 2009 | 14:32 WIB
Oleh Didit Putra Erlangga Rahardjo
Pendidikan sekolah menengah pertama baru diselesaikan Uus Muhammad Yusuf saat usianya sudah memasuki 16 tahun. Tanpa menghiraukan keinginan orangtua agar melanjutkan sekolah, dia malah memuaskan hobinya berolahraga binaraga, membentuk otot tubuh. Keputusan itu tak pernah dia sesali hingga 19 tahun berikutnya, saat ia tampil sebagai atlet binaraga dengan prestasi internasional.
Nama Uus bisa mendunia berkat medali perunggu yang disabetnya dalam Kejuaraan Dunia Binaraga di Dubai, Uni Emirat Arab, 6-7 November 2009. Berlaga di kelas 55 kilogram, dia menempati urutan ketiga setelah Pham Van Mach dari Vietnam dan Ehsan Khajavi Jafarabad dari Iran.
Kemenangan itu diakui Uus sebagai gabungan antara keberuntungan dan persiapan matang. Awalnya, Uus memulai program latihan yang padat sejak September meski belum ada kepastian pendanaan untuk keberangkatan ke Dubai. Beberapa minggu menjelang keberangkatan, barulah ada kepastian pendanaan dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.
"Kelas 55 kg yang dipertandingkan di Dubai menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan karena saya merasa punya kesempatan mengukir prestasi dengan target medali perunggu," ujar bapak tiga anak, yang kini sedang menyongsong kelahiran anak keempat.
Uus mengintensifkan program latihan dan menurunkan berat badan demi bisa masuk dalam kelas tersebut. Dalam waktu kurang dari sebulan, dia bisa menurunkan berat badan hingga 16 kg lebih dan akhirnya bisa bertanding di kelas yang diinginkan.
Menurut Uus, peluang mengukir prestasi hanya datang pada kelas di bawah 60 kg karena saingannya semakin sedikit. Kejuaraan serupa pernah diikuti Uus pada 2007 di Korea Selatan. Tampil di kelas 60 kg, dia bertengger di urutan ke-10.
"Pham, juara dunia 2009 untuk kelas 55 kg, masuk kelas yang sama dengan saya pada 2007. Saat itu dia juga gagal mencapai peringkat tiga besar," kata Uus.
Banyak pengalaman berharga dipetik Uus selama mengikuti kejuaraan di Dubai. Penilaian terhadap peserta tidak saja berdasarkan pada penampilan di panggung, yaitu pose, kerapian, dan kebersihan badan, tetapi juga perilaku peserta selama karantina.
Sayang sekali, sejauh ini belum ada satu pun bentuk penghargaan dari pemerintah untuk Uus atas prestasinya dalam mengibarkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia. Pilih angkat berat
Uus mengisahkan, ketertarikan terhadap dunia binaraga dimulai pada 1991 setelah lulus SMP. Dia memilih tidak melanjutkan ke SMA, tetapi menekuni hobinya berlatih angkat berat. "Saya memang malas melanjutkan sekolah. Sewaktu masih di SMP pun kerap bolos," ujar Uus. Orangtua Uus yang berlatar belakang karyawan swasta terang saja tidak setuju dengan keputusan itu. Namun, medali emas yang didapatkan dari Kejuaraan Wilayah Jabar dan medali perak dari Kejurnas Binaraga 1994 menjadi pembuktian Uus kepada orangtua bahwa dia ingin serius dalam dunia binaraga.
Sejak 1994 berbagai prestasi terus dicetak Uus, seperti medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional XV 2000 di Jawa Timur dan medali emas pada PON XVII 2008 di Kalimantan Timur. Mewakili Kabupaten Tasikmalaya, Uus menjadi penyumbang tetap medali emas dalam Porda 1994 di Bogor dan Porda 2006 di Karawang.
Kunci kesuksesan Uus hanya satu: berlatih tiada henti. Tanpa menunggu kejuaraan, Uus yang kini berstatus PNS pada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya senantiasa berlatih dan mengontrol asupan makanannya. Siapa pun lawan tidak pernah diremehkan olehnya dan dijadikan motivasi untuk terus berlatih. Dalam usianya yang 35 tahun, Uus baru berencana pensiun paling cepat 10 tahun ke depan. Sampai hari itu datang, dia tidak akan malas berlatih untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Profil Uus Muhammad Yusuf
* Lahir: 11 November 1974
* Istri: Hania Sartika (32)
* Anak:
1. Iklima Siti Hawa (11)
2. Muhammad Rizky Syahrizal (7)
3. Najwa Sania Putra (4)
* Prestasi:
- Medali perunggu PON XV 2000, Jawa Timur
- Medali emas PON XVII 2008, Kali mantan Timur
- Medali emas Porda 1994 Bogor, Porda X 2006 Karawang
- Medali perunggu Kejuaraan Dunia Binaraga 2009, Dubai, Uni Emirat Arab