Rabu, 10 Februari 2010
Aku Bangga Pakai Produk Dalam Negeri

Sabtu, 21 November 2009 | 14:32 WIB

Oleh Cornelius Helmy

Dengan bangga Winda Yuliani (24) memperlihatkan kaus baru buatan Invictus, salah satu distribution outlet (distro) di Bandung, berlatar hitam miliknya. Kaus bergambar anak kecil berjalan sendiri di tengah kota tua itu ia namakan "silent".

Dari warna dan desain, cocok dengan keadaanku sekarang. Saat ini aku sedang sedih dan ingin sendiri," kata mahasiswi perguruan tinggi negeri di Bandung ini, mengisahkan pertautan kaus, seharga Rp 50.000 itu, dengan suasana hatinya.

Winda bersama ribuan orang lain termasuk pengunjung ajang penjualan clothing yang diklaim terbesar di Indonesia, Kickfest 2009, bertema "Speak Louder". Kali ini, Kickfest digelar di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, 20-22 November.

Winda mengatakan, bukan sekali ini ia berjodoh dengan kaus distro. Ia mencontohkan kaus buatan God.Inc, distro lainnya. Hanya berhiaskan tulisan God.Inc berwarna hitam, kaus itu mampu menceritakan kepribadiannya.

Winda ingin semua orang tahu ia berkepribadian sederhana dan tegas. "Kecocokan seperti ini jarang saya dapatkan dalam kaus bukan distro. Total saya punya 10 kaus distro yang cocok dengan pribadiku," kata Winda.

Julia (28), pengunjung lain, mengatakan alasannya menjadi pengguna setia kaus distro karena yakin kualitasnya tidak kalah dari kaus impor, baik desain maupun bahannya.

"Bahkan, kaus distro buatan lokal memiliki ajakan mencintai produk Indonesia. Lewat kaus, saya bangga dengan Indonesia," katanya. Ajakan bermimpi Ketua Kickfest 2009 Ade Andriansyah menambahkan, lewat ajang ini kalangan kreatif di bidang clothing dan distro ingin mengajak generasi muda terus bermimpi dan berkarya dengan potensi lokal.

Dengan begitu, generasi muda diharapkan terus menyuarakan eksistensi pergerakan lokal demi kemajuan ekonomi dan sosial budaya Indonesia. Mengutip data Departemen Perindustrian tahun 2008, jumlah distro di Bandung mencapai 400 unit dan menyerap 300.000 tenaga kerja lokal. Omzetnya mencapai Rp 243 miliar per tahun.

Project Director Kickfest 2009 Reza Pamungkas menuturkan, ajang jual beli pakaian di Kickfest sebenarnya hanya bagian kecil dari tema besar yang sengaja disasar. Tema besar itu membuka mata pihak swasta dan pemerintah daerah agar melihat potensi clothing dan distro.

Diharapkan, pemerintah bisa memberikan rangsangan pengusaha distro untuk terus berkarya, di antaranya memberikan ruang publik dan kesempatan guna memamerkan karya. Swasta bisa menjadi teman ideal dalam beragam kerja sama, mulai dari promosi hingga peminjaman modal segar.

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: