Rabu, 10 Februari 2010
Guru Kurang, Murid Diajar Tiga Pelajaran

Minggu, 22 November 2009 | 03:31 WIB

Maumere, Kompas - Murid kelas jauh Sekolah Dasar Katolik Hokor di Kampung Todang, Desa Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, hanya diajar tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Sains.

Kelas jauh itu pun antara kelas I dan kelas III dikumpulkan pada satu tempat dalam gedung serbaguna. Namun, gedung itu pun baru selesai pada pembangunan atapnya, sedangkan untuk dinding gedung sama sekali belum dibangun.

Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara (GDN) bersama Kompas meninjau lokasi SD Katolik Hokor itu, Jumat (20/11), yang terletak di kawasan pantai selatan Flores, sekitar 50 kilometer dari kota Maumere.

”Guru yang mengajar di kelas jauh ini hanya dua orang, jadi tenaganya terbatas sehingga tidak semua mata pelajaran bisa diajarkan kepada siswa,” kata Maria Sartika, salah seorang guru di kelas jauh SD Katolik Hokor, Jumat di Sikka.

Maria mengajar bersama Oktavia Yora Yovita, guru honorer tamatan SMA yang direkrut berdasarkan kebijakan desa setempat.

Bahasa pengantar sehari-hari yang digunakan pun bukan bahasa Indonesia, melainkan bahasa daerah setempat.

Menurut Maria, kelas jauh di Kampung Todang dibuka atas pertimbangan letak rumah siswa yang relatif jauh.

Kampung Todang terletak di pegunungan yang jaraknya lebih dari 1 kilometer mendaki dari jalan desa setempat. Medannya terjal. Kuda saja tidak bisa melintas, apalagi sepeda motor. Dari jalan desa menuju Todang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam. Dari Todang ke SD Katolik Hokor jaraknya 1,5 kilometer.

Camat Bola Barnabas ketika dikonfirmasi menyatakan, secara umum 15 SD di kawasan Bola memang kekurangan guru, terutama guru mata pelajaran Matematika dan Sains. Setiap SD idealnya dibina 8 guru. Namun, rata-rata setiap sekolah hanya ada 5-6 guru, bahkan ada yang kurang dari jumlah itu.

Dari Sikka, Tim Ekspedisi GDN bertolak menuju Lembata, Sabtu pukul 04.00 Wita. Dari Lembata tim GDN direncanakan akan melanjutkan perjalanan ke Alor dan Senin pagi bergerak menuju Pulau Lirang di Maluku Barat Daya. (Ong/Sem)

Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ganolak @ Selasa, 24 November 2009 | 06:45 WIB
baiknya pemr'h berkaca pada industri migas & tambang yg mjd primadona pencari kerja walau ditempatkan di pelosok hingga tengah laut dan hutan.
arif @ Minggu, 22 November 2009 | 20:21 WIB
senasib dengan saya, di sekolah sy hanya ada 4 guru untuk kelas..tp msih beruntung..1 hari pelajaran per kelas dgn 1 guru untuk 2-3 kelas sekaligus.

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: