Rabu, 10 Februari 2010
Agroindustri Sangat Diminati

Senin, 23 November 2009 | 03:12 WIB

Bandar Lampung, Kompas - Sampai dengan semester kedua tahun 2009, nilai investasi di Lampung mencapai Rp 5,1 triliun dari target perkembangan investasi 2009 sebesar Rp 1,5 triliun. Investor baru yang masuk ke Lampung rata-rata memilih berinvestasi di bidang agroindustri.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Lampung Hermansyah Murp, Minggu (22/11), mengatakan bahwa perkembangan investasi tersebut terbagi atas persetujuan proyek baru, persetujuan perluasan proyek, persetujuan perubahan status, persetujuan perubahan komposisi investasi, dan persetujuan realisasi.

Dari persetujuan proyek baru tercatat ada empat perusahaan asing dan tiga perusahaan dalam negeri yang mendapat persetujuan. Total nilai untuk persetujuan proyek baru mencapai Rp 316,477 miliar.

Dari perluasan proyek, ada dua perusahaan modal asing (PMA) yang mendapat persetujuan. Total perluasan proyek menanamkan investasi sebesar Rp 14,584 miliar.

Untuk perubahan status penanaman modal, ada dua perusahaan yang mengubah status dari PMA ke penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan satu perusahaan dari PMDN ke PMA. Total investasi pada perubahan status penanaman modal tersebut mencapai Rp 334,828 miliar.

Adapun dari perubahan komposisi investasi, ada empat PMA yang mendapat persetujuan BPMD Lampung. Total nilai investasi perubahan komposisi investasi yang disetujui mencapai Rp 4,143 triliun.

Lebih lanjut Hermansyah mengatakan, selain mengeluarkan persetujuan, BPMD Lampung juga menerbitkan izin usaha tetap (IUT) karena perusahaan telah beroperasi secara komersial. IUT untuk PMDN ada dua proyek dan untuk PMA ada tiga proyek.

”Total nilai dari penerbitan IUT untuk dua proyek PMDN dan tiga proyek PMA mencapai Rp 303,759 miliar,” ujar Hermansyah.

Dari semua nilai investasi yang masuk ke Lampung selama 2009, bidang usaha dengan investasi dalam negeri yang diminati masih pada sektor agroindustri, yaitu industri minyak kasar dari nabati atau pengolahan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) senilai Rp 80 miliar. Sementara itu, bidang usaha yang paling diminati investor modal asing adalah perkebunan sawit dan industri CPO senilai Rp 170 miliar, diikuti pertanian tanaman pangan sebesar Rp 30 miliar.

Hermansyah lebih lanjut mengatakan bahwa untuk mendukung masuknya investasi lebih besar, BPMD Lampung akan memetakan potensi daerah dan dukungan daerah. (HLN)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: