
Senin, 23 November 2009 | 03:15 WIB
Pelukis Djoko Pekik mengaku merasa terharu, mbrebes mili
”Memegang celurit ini saya jadi mbrebes mili karena terkenang masa lalu,” ujarnya sembari tersenyum. Dia mengaku akan benar-benar terharu jika di sebelah celurit disediakan palu.
Djoko Pekik adalah pelukis senior yang semasa tahun 1965-1972 pernah menjadi tahanan politik karena aktif dalam Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), organisasi massa di bawah naungan Partai Komunis Indonesia (PKI). Celurit dan palu adalah lambang PKI.
Namun, terlepas dari itu, dia pun menyetujui dipakainya celurit sebagai alat yang lekat dengan keseharian para petani di sekitar lokasi pameran di Kecamatan Dukun yang berada di lereng Merapi.
Seusai memotong tali, dia pun sibuk berjalan-jalan melihat foto-foto yang dipamerkan dan sibuk bertanya tentang aktivitas yang tergambar di dalamnya. (EGI)