
Senin, 23 November 2009 | 03:15 WIB
Palembang, Kompas -
Hal ini tentu saja berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan menurunkan kualitas lingkungan.
Pantauan Kompas, Jumat (20/11), lahan perkebunan kelapa sawit ini mulai tampak di sejumlah kawasan pinggiran Kota Palembang, seperti di ruas Jalan Soekarno-Hatta dan kawasan Gandus. Sebagian lahan kelapa sawit ini baru ditanami dengan bibit yang masih muda.
Di kawasan Soekarno-Hatta, lahan kelapa sawit ini berada di ekosistem rawa dalam. Rawa dalam ini merupakan tempat hidup bagi berbagai macam serangga, ular, dan flora rawa lainnya.
Menurut Wancik (43), warga Pakjo Ujung, dia tinggal di kawasan rawa wilayah Alang-Alang Lebar. Belum ada setahun, sebagian kawasan rawa di wilayahnya dibuka dan dijadikan areal perkebunan sawit.
”Sejak ada kebun sawit, air di sumur saya langsung mengering. Saya menduga airnya terserap oleh pohon-pohon sawit yang terkenal rakus air tersebut,” katanya.
Dampak lain yang dirasakan sejak terjadi penimbunan rawa adalah warga tidak dapat memancing ikan lagi. Sebelum ditimbun, di rawa tersebut terdapat banyak ikan gabus, sepat, dan seluang. Setelah ditimbun, ikan-ikan menghilang.
”Padahal, selain untuk lauk, ikan-ikan di rawa ini bisa dijual ke pedagang dan menjadi tambahan penghasilan bagi sebagian warga, termasuk saya,” katanya.
Momon Sodik Imanuddin, peneliti rawa dari Universitas Sriwijaya, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, ekspansi kawasan rawa di Palembang tak terelakkan lagi, baik untuk kepentingan pembangunan infrastruktur maupun perkebunan. Dia menyayangkan maraknya kasus alih fungsi rawa, salah satunya menjadi perkebunan kelapa sawit.
”Alasannya, rawa dalam merupakan habitat hidup bagi berbagai hewan serangga dan amfibi, selain flora,” katanya.
Momon Sodik Imanuddin menilai bahwa pengurukan rawa terus berlangsung karena belum ada rencana tata lahan terpadu. Agar memberikan kontribusi, Pusat Studi Rawa Unsri sedang menggagas konsep wisata rawa. Rawa di kawasan bandara, misalnya, sangat sesuai untuk kawasan konservasi untuk pariwisata.