
Senin, 23 November 2009 | 03:19 WIB
Salatiga, Kompas -
”Sekarang ini bisa ada 5-7 SBI di satu kota. Di Malang, Jawa Timur, ada 7 SBI untuk satu jenjang pendidikan. Sumber daya guru tidak mencukupi,” kata guru besar Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang, Ali Saukah, di seminar ”English for Specific Purpose within the context of Sekolah Bertaraf Internasional Contextualizing the Jargons” di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (20/11).
Menurut dia, dari sejumlah survei, siswa pun belum seluruhnya mampu mengikuti pelajaran dalam bahasa Inggris untuk Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan bahasa Indonesia saja, siswa masih kerap kesulitan. ”Malah ada SBI yang belum memenuhi kriteria standar nasional,” tuturnya.
Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Bertaraf Internasional UKSW Salatiga, Philipus Pirenomulyo, mengatakan bahwa ”Di tengah kebingungan dan permasalahan sumber daya pengajar, tidak banyak sekolah yang mencoba menggandeng lembaga pendidikan tinggi. Padahal mereka bisa berkonsultasi atau, bahkan, meminta bantuan kepada perguruan tinggi terdekat,” ujarnya.
Michael Lynn, dosen Linguistik Universitas Kwansei Gakuin, Jepang, menuturkan, untuk meningkatkan kapabilitas berbahasa Inggris guru, sekolah berstandar internasional di Jepang membayar pengajar berbahasa ibu Inggris.