
Senin, 23 November 2009 | 04:06 WIB
Wartawan Kompas Subhan SD dari Mekkah melaporkan, guna mengatur strategi, jemaah haji di pemondokan terlihat melakukan persiapan antara lain dengan mengatur agar tidak kelelahan dan stres.
Di pemondokan yang jauh dari Masjidil Haram, seperti di sektor V di kawasan Aziziyah Janubiyah II, jemaah lebih banyak melaksanakan shalat di masjid di sekitar pemondokan.
Mereka juga memanfaatkan waktu secara efektif agar tenaga tidak terkuras. Meskipun demikian, hari Minggu (22/11),
Selain itu, berdasarkan pemantauan Kompas sepanjang Sabtu hingga Minggu kemarin, jemaah berduyun-duyun mendatangi lokasi bersejarah jejak Nabi, antara lain Jabal Tsur, tempat Nabi Muhammad bersembunyi saat dikejar penguasa Quraisy. Jemaah juga mendaki Jabal Nur, lokasi Goa Hira tempat Nabi menerima wahyu pertama.
Ribuan anggota jemaah juga memadati Jabal Rahmah, tempat
Di Arafah tenda-tenda putih telah berdiri untuk persiapan wukuf. Begitu juga di Muzdalifah dan Mina, persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Lokasi pelontaran jumrah sekarang terdiri atas lima lantai. Ada 10 pintu masuk dan 12 pintu keluar sehingga akan memudahkan jemaah melempar jumrah selain ada pengaturan waktu.
Persiapan yang dilakukan panitia penyelenggara ibadah haji diharapkan bisa lancar pada saat pelaksanaan nanti. Menteri Agama Suryadharma Ali yang meninjau persiapan itu bersama Menko Kesra Agung Laksono pekan lalu mengatakan, persiapan dilakukan hingga sedetail mungkin. ”Misalnya untuk mengantisipasi jemaah keliru jalan, dilakukan pemantauan berlapis melalui pos-pos sekaligus mengerahkan pergerakan jemaah,” kata Suryadharma.
Menko Kesra yang meninjau persiapan itu mengatakan, Presiden RI meminta jemaah agar melakukan persiapan dengan baik.
Sejak Sabtu lalu, Mekkah tertutup. Di pintu-pintu masuk ke kota, pemeriksaan diperketat. Jemaah yang akan melaksanakan haji tidak diperkenankan lagi memasuki Mekkah. Hal itu juga untuk mencegah banyak pihak yang membawa jemaah yang tidak mendapatkan izin resmi.