Rabu, 10 Februari 2010
Surat Pembaca

Senin, 23 November 2009 | 15:10 WIB

BUTUH SOLUSI DARI SONY ERICSSON

Sejak 1999 saya sudah memakai telepon seluler Sony Ericsson. Pada Rabu 7 Oktober 2009 ponsel Sony Ericsson K608i milik anak saya rusak. Saya membawa ponsel itu ke gerai resmi Sony Ericsson di lantai tiga Bandung Electronic Center (BEC), Bandung.

Setelah diperiksa petugas, katanya ada kerusakan pada perangkat lunak. Tiga hari lagi saya diminta datang atau akan dihubungi pihak Sony Ericsson. Setelah tiga hari saya tunggu, tidak ada kabar. Setelah lima hari, akhirnya saya berinisiatif datang ke BEC.

Setelah antre cukup lama, petugas memberitahu bahwa perbaikan ponsel saya belum selesai. Saya diminta menunggu dua hari lagi. Tanggal 14 Oktober saya datang untuk ketiga kalinya. Saya perkirakan ponsel saya sudah beres. Ternyata perkiraan saya salah. Menurut petugas, ponsel saya tidak dapat diperbaiki. Malah oleh petugas yang lain saya diminta membeli ponsel baru saja.

Bagaimana pihak Sony Ericsson, ada yang bisa membantu saya atau memberikan solusi? Sudah 10 tahun kesetiaan saya terhadap Sony Ericsson. 
ZAKI YADIN Kompleks Giri Mande B12 Nomor 2, RT 008 RW 004 Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandala Jati, Kota Bandung


MELAMBUNGKAN DEVISA MELALUI EKOWISATA

Indonesia memiliki potensi keindahan dan kekayaan alam yang bernilai tinggi dalam pasar industri wisata alam, khususnya ekowisata. Sebagai bentuk wisata yang sedang menjadi tren, ekowisata mempunyai kekhususan tersendiri, yaitu mengedepankan konservasi lingkungan, pendidikan lingkungan, kesejahteraan penduduk lokal, dan budaya lokal.

Taman nasional sebagai kawasan pelestarian alam yang memiliki potensi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang melimpah menjadi salah satu bagian pengembangan ekowisata. Taman nasional yang menawarkan wisata ekologi diminati banyak wisatawan. Hal ini disebabkan pergeseran paradigma kepariwisataan internasional dari bentuk pariwisata massal ke wisata minat khusus, yaitu ekowisata.

Pertumbuhan ekowisata yang diduga lebih pesat dari wisata lain, terutama selama beberapa tahun terakhir, membuat promosi ekowisata menjadi penting. Sebab, negara yang tidak mempromosikan atraksi alamnya kemungkinan besar akan kehilangan kesempatan dalam pasar ekowisata yang terus tumbuh.
MASYHUD Kepala Pusat Informasi Kehutanan

 

 

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: