
Selasa, 24 November 2009 | 10:01 WIB
Bandung, Kompas -
Demikian dikatakan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih seusai membuka Konferensi Nasional Promosi Kesehatan Ke-5 di Bandung,
Endang mengatakan berdasarkan hasil investigasi Komite
Sebelumnya, penerima obat pencegahan filariasis di Kabupaten Bandung dirawat dan meninggal dunia setelah mendapatkan pengobatan massal, 10 November lalu. Namun, Departemen Kesehatan membantah penyebab sakit dan meninggal akibat langsung pemberian obat pencegahan filariasis.
KAPFI juga menyatakan, kematian delapan warga Bandung bukan karena minum obat filariasis. Dari delapan kasus kematian, tiga orang meninggal ternyata tidak minum obat filariasis yang dibagikan saat pengobatan massal. Adapun lima kematian terjadi karena penyakit yang telah diderita sebelumnya.
Untuk langkah ke depan, Endang mengatakan akan menyusun langkah lanjutan bersama tim yang terdiri atas pakar filariasis. Salah satunya adalah mempertajam metode pengobatan, seperti memberikan pertanyaan awal tentang kondisi kesehatan kepada warga sebelum melakukan pemberian obat.
”Akan sulit apabila dilakukan pemeriksaan kesehatan satu per satu,” kata Endang.
Penyakit filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria (Brugia malayi, Brugia timori, dan Wucheria brancofti). Perantara penularannya adalah semua jenis nyamuk.
Secara terpisah, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Departemen Kesehatan Rita Kusriati mengatakan, penghentian pengobatan massal dikhawatirkan akan menghambat eliminasi penyakit kaki gajah. Oleh karena itu, pemerintah
Menurut Rita, di Indonesia penanganan filariasis dengan model pengobatan massal berjalan sejak tahun 2002 yang pencanangan untuk pertama kalinya di lima kota kabupaten/kotamadya. Di Indonesia ada 316 kabupaten/kota dari 471 kabupaten/kota yang telah terpetakan secara epidemologis sebagai daerah endemik filariasis sampai tahun 2008.
Penghentian pengobatan massal, menurut Rita, akan berkonsekuensi besar karena dengan rata-rata prevalensi nasional filariasis 19 persen dan jumlah penduduk sekitar 220 juta, ada sekitar 40 juta penduduk akan terkena filariasis.