
Rabu, 25 November 2009 | 02:56 WIB
Kepastian jumlah jemaah yang mengikuti safari wukuf itu disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Departemen Agama Slamet Riyanto saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (24/11). Menurut laporan yang ia terima, hingga kemarin 151 anggota jemaah haji Indonesia masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Jeddah, Madinah, dan Mekkah.
Dari jumlah itu, 140 anggota jemaah di antaranya dipastikan tidak bisa melaksanakan upacara wukuf sendiri. Oleh karena itulah mereka akan diangkut dengan menggunakan ambulans untuk mengikuti wukuf di Padang Arafah.
”Jadi, jemaah yang sakit itu akan di-safariwukuf-kan. Mereka wukuf di dalam ambulans. Yang masih diinfus ya tetap diinfus, yang harus berbaring ya harus berbaring selama wukuf,” kata Slamet.
Panitia penyelenggara ibadah haji telah menyiapkan 19 ambulans untuk safari wukuf. Slamet menegaskan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada jemaah yang terpaksa mengikuti safari wukuf.
Sementara itu, semua jemaah haji Indonesia sudah berada di Mekkah. Berdasarkan data Departemen Agama, jemaah haji reguler yang terdaftar berjumlah 191.744 orang dan jemaah haji khusus 17.030 orang. Sejak pertama kali keberangkatan tanggal 21 Oktober lalu hingga saat ini, sudah 99 anggota jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi. Umumnya mereka meninggal karena mengalami serangan jantung, stroke, darah tinggi, dan penyakit lain.
Dari Mina, kantor berita Saudi Press Agency, Selasa, melaporkan, Direktur Jenderal Badan Pelaksana Dewan Menteri-menteri Kesehatan untuk Lembaga Kerja Sama Kawasan Teluk Tawfiq bin Ahmed Khoja menilai, Pemerintah Arab Saudi telah mengerahkan segala upaya dalam memberikan pelayanan terbaik, termasuk di bidang kesehatan, untuk jemaah haji.