Rabu, 10 Februari 2010
PERTANIAN
Deptan Akan Mengubah Orientasi Kebijakan

Rabu, 25 November 2009 | 04:27 WIB

Bogor, Kompas - Departemen Pertanian mengubah orientasi pembangunan sektor pertanian yang semula berbasis pertanian skala kecil menjadi pertanian industrial.

Pertanian industrial dinilai paling relevan dalam menjawab tantangan global. Menteri Pertanian Suswono dalam sambutannya pada acara Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumber Daya Lahan, yang dibacakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Deptan Gatot Irianto, Selasa (24/11) di Bogor, Jawa Barat, menyatakan, visi pembangunan pertanian Deptan 2010-2014 akan bertumpu pada pertanian industrial.

Gatot menyatakan, dengan pertanian industrial, tidak berarti petani kecil dipinggirkan. Namun, bagaimana membangun pertanian industrial dengan melibatkan industri pertanian skala kecil dan menengah.

”Pertanian industrial jangan selalu diartikan industri skala besar, multinasional saja. Tetapi, juga industri skala rumah menengah dan kecil,” katanya.

Untuk mewujudkan pertanian industrial, diperlukan dukungan inovasi teknologi dan optimalisasi sumber daya lahan. Apalagi dengan menguatnya isu pemanasan global dan perubahan iklim, ancaman terhadap sumber daya lahan dan air semakin meningkat.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian Irsal Las mengungkapkan, para penelitinya telah menghasilkan delapan pupuk dan formula pupuk dalam dua tahun terakhir.

Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia Bunasor Sanim mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor usaha strategis, tetapi rentan antara lain dengan pengaruh perubahan iklim dan turbulensi ekonomi.

Salah satu upaya mengurangi dampak perubahan itu adalah dengan pengembangan asuransi pertanian. Asuransi pertanian untuk bencana musim hujan ditemukan tahun 1979 di Jerman.

Di Amerika Serikat, pada tahun 1980 produk pertanian pertama yang diasuransikan adalah tembakau. (MAS)

Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Asep Kurnia @ Sabtu, 28 November 2009 | 15:42 WIB
Konsep kebijakan buat petani dari dulu selalu berubah , yang di butuhkan adalah satu kebijakan yang berkesinambungan dengan berorientasi keterpaduan program
johanes @ Rabu, 25 November 2009 | 22:03 WIB
Jaringan pemasaran hasil " industri pertanian " tak dapat diabaikan . Perlu " bimbingan " pemerintah agar para petani dapat memasarkannya sendiri .
Mujahidin @ Rabu, 25 November 2009 | 19:05 WIB
Petani makin terpinggirkan akses perbankan makin tertutup, BRI lebih senang meyerap uang petani melalui Simpedes, dari pada menyalurkan kredit bagi petani

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: