Rabu, 10 Februari 2010
BANK CENTURY
Boediono Tepis Dana Talangan untuk Partai Politik

Kamis, 26 November 2009 | 04:00 WIB

Jakarta, Kompas - Wakil Presiden Boediono menepis tudingan sejumlah pihak, yang menyebutkan dana talangan untuk penyehatan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun dipakai untuk kampanye sebuah partai politik pada Pemilu 2009.

”Jangan campur adukkan dana kampanye parpol dengan keputusan yang dikeluarkan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk menyehatkan Bank Century dengan dana talangan,” kata Boediono, Rabu (25/11), dalam dialog dengan Jakarta Foreign Correspondents Club di Jakarta.

Tudingan ada aliran dana dari Bank Century ke sebuah parpol, diakui Boediono, sebagai kondisi yang tak sehat saat ini. ”Karena itu harus diperjelas. Saya yakin masalah itu bisa dijelaskan, seperti ke mana larinya uang itu. Saya akan menjawab jika mereka bertanya,” papar Boediono.

Menurut Boediono, keputusan memberikan dana talangan kepada bank yang menghadapi krisis dan bisa memberikan efek domino pada perekonomian nasional dan bank lainnya adalah keputusan terbaik saat itu.

”Kita belajar dari pengalaman tahun 1997-1998 saat krisis ekonomi, merosotnya likuiditas, transaksi antarbank kecil, kembalinya modal asing, dan isu penutupan sejumlah bank. Kebijakan itu diambil sesuai koridor hukum,” ujarnya.

Boediono, mantan Gubernur BI, juga mengingatkan agar bisa dibedakan antara penanganan bank dan kemungkinan adanya tindak pidana dari penanganan Bank Century.

Ia menilai pula, terkait usulan hak angket DPR, tak harus dibaca yang muncul di permukaan. Dalam politik kadang kala juga harus melihat apa yang mungkin terjadi. ”Saya berharap itu akan lebih bisa untuk menjelaskan sejumlah pertanyaan,” katanya. Lagi pula, pemerintah bertekad mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

Komisi XI DPR

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menjelaskan, komisinya belum menindaklanjuti hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penyelamatan Bank Century. Pimpinan Komisi XI DPR belum menerima berkas lengkap hasil audit BPK itu sehingga belum bisa menjadwalkan rapat internal untuk membahasnya.

Anggota Komisi XI DPR, Nusron Wahid, mengingatkan, kasus Bank Century perlu dibahas secepatnya mumpung perhatian publik sedang tinggi. Jika tidak dibahas secepatnya, dikhawatirkan sensitivitas publik itu kian berkurang.

Misbakhun, anggota DPR yang ikut mengusulkan hak angket Bank Century, memastikan tidak ada pihak tertentu yang menjadi target usulan itu. Gerakan itu untuk mencari kebenaran.

Mantan Ketua MPR Amien Rais memberikan komentar yang cukup keras terhadap kasus Bank Century.(har/oin/nwo/nta)

Share on Facebook
A A A
Ada 16 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Mujahidin @ Jumat, 27 November 2009 | 11:17 WIB
Mana ada maling ngaku.....he....he....he
budiman @ Jumat, 27 November 2009 | 09:58 WIB
Kasian mbak Sri, udah capek2 urus negara malah dipojokkan kayak penjahat.Kalau menkeu gak keluarin dana talangan pasti RUSH terjadi dimana-mana.
DIDIT PRANOTO @ Jumat, 27 November 2009 | 09:37 WIB
BERTAUBATLAH WAHAI PARA PENGELOLA NEGARA YANG TIDAK BISA MEMEGANG AMANAH SEBELUM ALLAH MENG"AZAB"
Ahmad @ Jumat, 27 November 2009 | 08:59 WIB
Kalau dana Century tidak ada yang ngalir ke Parpol tertentu, mengapa ada upaya menutup-nutupi. Jangan mempermainkan sumpah karena Tuhan akan segera memberi azab
harsianto @ Jumat, 27 November 2009 | 06:49 WIB
Dlm kasus bank century saya yakin keputusan memberi dana talangan itu tepat, kenyataanya krisis tak berlanjut.Indo itu aneh yg benar disalahkan yg salah benar.

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: