Kamis, 18 Maret 2010
35.878 Guru Jambi Belum S-1
Pemprov Fokus Peningkatan Kompetensi Guru

Kamis, 26 November 2009 | 04:23 WIB

Jambi, Kompas - Dari 52.138 guru di Jambi, sebanyak 35.878 orang di antaranya belum berkualifikasi pendidikan strata satu. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jambi, kualifikasi akademik para pendidik harus ditingkatkan.

”Sebanyak 35.878 guru itu secara bertahap akan di-S-1-kan dengan biaya pemerintah daerah,” ungkap Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin seusai menghadiri peringatan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Jambi, Rabu (25/11) di Jambi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Rahmad Derita dalam Peringatan Hari Guru Nasional mengungkapkan, dari total 52.138 guru, baru 160 guru yang memiliki kualifikasi strata dua (S-2), sedangkan pendidikan S-1 sebanyak 16.100 orang. ”Sisanya belum S-1. Dengan demikian, kita belum mampu memenuhi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengamanatkan guru harus S-1,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi menganggarkan dana Rp 16 miliar untuk membiayai pendidikan S-1 bagi 5.350 guru. ”Pada tahun 2012 diharapkan ada penambahan guru berpendidikan S-1 sebanyak 5.350 orang,” katanya.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah di Jambi, ucapnya, Pemprov Jambi fokus pada peningkatan kompetensi guru. Selain memberikan beasiswa pendidikan S-1, juga melalui pendidikan kilat. Tahun 2009, melalui sumber APBD Jambi, telah dikeluarkan dana Rp 14 miliar untuk diklat kompetensi bagi 3.620 guru di Jambi dan mengirim 450 guru untuk mengikuti diklat di Yogyakarta dan Bandung, serta mengirim 35 guru mengikuti diklat bidang sains, matematika, dan bahasa Inggris di Selandia Baru.

Disparitas

Dari sisi angka partisipasi siswa, ia mengatakan, masih ada disparitas antara pendidikan dasar dan menengah. Sampai tahun 2009, angka partisipasi kasar SD/MI mencapai 119,8 persen, dengan jumlah anak yang terlayani 406.946 dari total anak usia 6-12 tahun sebanyak 341.750. Adapun angka partisipasi kasar SMP/MTS sebesar 96,17 persen dengan anak didik yang terlayani 165.307 dari jumlah penduduk usia 13-15 tahun sebanyak 171.893 orang. Artinya, sebanyak 6.586 anak usia itu belum terlayani pendidikan SMP/MTS.

Untuk tingkat SMA/SMK, angka partisipasi kasar sebesar 69,5 persen. Dari jumlah penduduk usia 16-18 tahun sebanyak 168.222 orang, jumlah yang terlayani 116.916 orang. (RWN)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: