
Kamis, 26 November 2009 | 12:32 WIB
BANDUNG, KOMPAS - Garuda Flexi Bandung meraih kemenangan kedua dalam persaingan Pul B Indonesian Basketball League (IBL) 2009 setelah unggul 72-54 atas Bimasakti Nikko Steel Malang, Rabu (25/11). Jalan pun terbuka lebar bagi tim asuhan Raoul Miguel Hadinoto itu untuk menjuarai Pul B.
Dengan menurunkan formasi awal Cokorda Raka Wibawa, Mario Wuysang, Hendru Ramli, Denny Sumargo, dan I Made Sudiadyana, Garuda Flexi tanpa henti menekan pertahanan lawan. Klub asal Bandung itu terus memimpin perolehan angka selama pertandingan dengan kuarter pertama berakhir 21-15, disusul 39-29 pada kuarter kedua, 56-43 untuk kuarter ketiga, dan berakhir dengan 72-54.
Pada kuarter kedua, aksi Garuda Flexi sempat limbung dengan perlawanan gigih Bimasakti sehingga sempat tertinggal 23-25. Namun, penampilan Denny Sumargo membuat Garuda "hidup" lagi hingga skor imbang 27-27. Denny, pemain dengan nomor punggung 22, terus produktif menambah poin sehingga Garuda Flexi memperlebar selisih angka dan mengakhiri kuarter kedua dengan keunggulan 39-29.
Pada kuarter ketiga, permainan Garuda Flexi kembali konsisten dan terus mempertahankan kemenangan. Masuknya Agustinus Dapas Sigar pada menit terakhir kuarter keempat cukup membantu tim tersebut menambah poin.
Sepanjang pertandingan, kedua tim menunjukkan kerja sama yang cukup solid dalam mencetak angka. Hal itu terlihat dari umpan matang yang berbuah dengan bola masuk. Mario Wuysang menjadi pencetak angka terbanyak bagi Garuda Flexi dengan 13 poin, sementara dari Bimasakti adalah Danny Harahap dengan 14 poin.
Pelatih Garuda Flexi Bandung Raoul Miguel Hadinoto tidak menganggap penurunan performa pemain binaannya pada kuarter kedua sebagai problem serius. Menurut Raoul, wajar permainan menurun karena mereka mendapat tekanan dari lawan. "Secara umum performa tim belum mencapai maksimal. Pertahanan tim masih harus banyak dibenahi," ujarnya singkat.
Mengenai rencana laga berikutnya, Raoul tidak mau banyak berjanji. Dia hanya bisa memastikan untuk tetap fokus mencetak kemenangan meski berbekal jajaran pemain yang sama dengan liga tahun lalu. Bimasakti puas
Pelatih Bimasakti Nikko Steel Malang Eddy Santoso menjelaskan, pihaknya cukup puas dengan penampilan tim asuhannya meskipun peluang Bimasakti melaju ke semifinal tertutup setelah dua kali kalah (sebelumnya dengan Aspac Jakarta). Dia menerangkan, banyak kesempatan yang seharusnya bisa dimanfaatkan pemain untuk mencetak angka. Namun, dia mengakui, penyelesaian akhir para pemain buruk.
Aspac Jakarta juga memetik kemenangan kedua setelah menumbangkan Citra Satria Jakarta dengan nilai 84-66. Tampil percaya diri, tim binaan Tjetjep Firmansyah itu terus mencetak kemenangan dengan nilai 21-17 pada kuarter pertama, 41-29 pada kuarter kedua, 61-44 pada kuarter ketiga, dan ditutup 84-66.
Tjetjep menuturkan, dia yakin dengan jam terbang timnya yang lebih tinggi meski permainan sempat kedodoran pada kuarter kedua. Sementara itu, Manajer Citra Satria Jakarta Romy Tanaka mengungkapkan bahwa postur pemainnya kalah besar dibandingkan dengan pemain Aspac Jakarta. (eld)