Rabu, 10 Februari 2010
Hobi
Yang Bertakhta yang Cinta Sepeda

Kamis, 26 November 2009 | 12:32 WIB

 

"Seluruh peserta sepeda santai dimohon berkumpul di lapangan karena sebentar lagi rombongan segera berangkat ke Kiara Payung," demikian bunyi pengumuman di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Jumat (20/11).

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Dade Achmad telah siap bersepeda sebelum pengumuman itu. Dengan pakaian kombinasi warna hitam, merah, biru, dan putih, dia tampak lebih cerah daripada biasanya yang hanya memakai seragam polisi warna coklat. Dia langsung menenteng sepeda menuju lapangan yang persis berada di depan Mapolda.

Di sana, puluhan perwira menunggu sambil melakukan pemanasan. Tampak Direktur Lalu Lintas Komisaris Besar Agung Budi M meregangkan otot sambil berbincang dengan Kepala Biro Operasi Kombes Muktiono. Hadir juga Kepala Biro Binamitra Kombes Warsito. Dade lalu bersepeda keliling lapangan. "Tinggal nunggu Pak Kapolda, kita langsung berangkat," kata Dade kepada rekannya.

Para petinggi Polda Jabar rutin bersepeda atau gowes bareng setiap Jumat. Rutenya dari Mapolda ke Kiara Payung, Sumedang. Di luar kegiatan rutin itu, mereka memiliki jadwal gowes sendiri. Kapolda Jabar Irjen Timur Pradopo, misalnya, rajin gowes dari rumah dinasnya di Jalan Sukajadi ke Mapolda Jabar di Jalan Soekarno-Hatta yang berjarak 15 km. Dalam sepekan, Kapolda bisa sampai 2-3 kali gowes ke kantor.

Dade bersepeda minimal seminggu sekali. Di luar gowes bareng dengan jajaran Polda Jabar, dia kerap gowes bersama kakak dan keponakannya. "Tidak jauh-jauh. Paling keliling kota kira-kira sampai 20 km," kata Dade yang makin giat bersepada sejak 1994.

Kadang ia gowes sendiri dari Gedung Sate di Jalan Diponegoro sampai Lembang. Di tengah jalan kerap bertemu dengan sesama pesepeda. Dari situlah Dade bisa berkenalan dengan teman baru. "Manfaatnya terasa banget. Fisik sehat, secara sosial juga sehat," ujarnya.

Tergantung niat

Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi, dan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Isa Subagja juga pencinta gowes. Isa mengaku sejak 1975, ketika SMP, sudah tergolong gowesholic (cinta mati dengan sepeda). Saat itu dia bercita-cita menjadi pebalap sepeda, tetapi gagal karena diharuskan memiliki sepeda balap sendiri yang harganya tak mampu dijangkau.

Namun, Isa tetap bersepada sampai sekarang meski usianya genap 57 tahun. Paling tidak sepekan tiga kali dia gowes keliling kota dengan jarak 5-10 km. Dia juga membidani lahirnya Perkumpulan Balap Sepeda Putra Perjuangan. "Ini sebagai bentuk cinta saya kepada sepeda," katanya.

Kecintaan orang bertakhta atau pejabat terhadap sepeda itu sekaligus menampik anggapan bahwa bersepeda merupakan pekerjaan orang yang memiliki banyak waktu luang. Sebenarnya, sesibuk apa pun seseorang, dia tetap bisa bersepeda. "Yang penting niat dan mau memanfaatkan waktu senggang. Setengah jam sudah cukup," ujar Isa.

Namun, di balik kesenangan bersepeda itu tersimpan rasa pilu terkait minimnya fasilitas bagi pesepeda. Sampai saat ini Kota Bandung belum memiliki jalur sepeda. Meskipun berpangkat kombes, seorang polisi tetap saja diklakson, bahkan diserempet mobil saat bersepeda di jalan raya. Makanya, beberapa perwira memilih jalur yang sepi kendaraan bermotor, misalnya ke Lembang. (Mohammad Hilmi Faiq)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: