Rabu, 10 Februari 2010
Kompas/Benny Dwi Koestanto
Presiden Dewan Kepausan Dialog Antaragama Vatikan Kardinal Jean-Louis Tauran (kedua dari kanan) didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali IB Gde Wiana (kanan) bersama dengan peserta dialog antariman di Kuta, Bali, Sabtu (28/11). Dialog bertema Peran Agama dalam Mewujudkan Perdamaian di Tengah Perbedaan itu dihadiri para pemuka agama di Pulau Bali.
ANTARAGAMA
Tantangan agar Dialog sampai ke Akar Rumput

Minggu, 29 November 2009 | 02:55 WIB

Kuta, Kompas - Dialog antariman yang konstruktif dan dalam suasana perdamaian telah berlangsung di berbagai belahan dunia. Mengantar hasil dialog itu sampai sekaligus menjadi dasar praktik kehidupan riil demi terciptanya perdamaian di tataran akar rumput merupakan tantangan bersama.

Hal itu mengemuka dalam dialog antariman ”Peran Agama dalam Mewujudkan Perdamaian di Tengah Perbedaan” di Kuta, Bali, Sabtu (28/11). Dialog yang difasilitasi Komisi Hak Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar itu dihadiri antara lain Presiden Dewan Kepausan Dialog Antaragama Vatikan Kardinal Jean-Louis Tauran, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Bali IB Gde Wiana, dan para pemuka agama di Pulau Bali.

Kardinal Tauran mengatakan, menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pemuka agama, supaya hasil dialog antariman sampai di tataran akar rumput demi terciptanya atau terjaganya perdamaian sejati. Perdamaian sejati, menurut dia, berdasarkan tiga hal, yakni toleransi, saling menghormati, dan kerja sama.

”Dunia kita, masa depan kita adalah sesuatu yang kita pilih dan bangun bersama. Kehadiran kita sebagai pemimpin ataupun cendekiawan agama yang menggambarkan komunitas kita masing-masing sesungguhnya menjadi bukti keinginan dan komitmen terhadap hubungan yang harmonis dan konstruktif antarpemeluk agama. Mari kita bekerja untuk perdamaian, membangun perdamaian, memberi sekaligus menerima perdamaian itu,” kata Kardinal Tauran.

Percaya harapan

Kardinal Tauran menyatakan, pemeluk agama percaya pada harapan dan bukan semata-mata pada nasib. Dengan hati dan kepandaian yang dianugerahkan pada manusia, mereka seharusnya dapat meluruskan sejumlah catatan sejarah kelam dalam hubungan antariman menuju yang dicita-citakan Yang Maha Kuasa, yakni dihargainya rasa kemanusiaan yang sejati.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Bali IB Gde Wiana menyatakan, nilai dan hasil dialog antariman menjadi penuh ketika terejawantah dalam aksi nyata di kehidupan sehari-hari umat beragama.

Perdamaian dan toleransi yang tinggi, bagi Bali, misalnya, menjadi prasyarat berjalannya roda perekonomian yang berbasis pada pariwisata. ”Perdamaian dan kondisi yang tenang tanpa permusuhan menjadikan wisatawan juga senang dan nyaman berwisata ke pulau ini. Pada akhirnya, seluruh masyarakat memperoleh manfaat langsung dari kondisi ini,” kata Wiana.

Menurut Wiana, untuk menciptakan perdamaian sekaligus menjaga proses dialog antariman tetap berlangsung dan terejawantah dalam kehidupan sehari-hari, dukungan dari pemerintah (daerah maupun pusat) menjadi penting.

Pemerintah serta komunitas-komunitas agama, katanya, dapat berperan aktif sebagai fasilitator dalam mempraktikkan perdamaian itu. (BEN)

Share on Facebook
Nilai 4 A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
John @ Minggu, 29 November 2009 | 15:24 WIB
sangat optimis setiap upaya ke arah kerukunan yang "sejati"...catatan penting, dalam kerukunan setiap pribadi jangan mencampurkan dengan 'doktrin' imannya
slamet henrikus @ Minggu, 29 November 2009 | 11:32 WIB
Kerukunan mrpk ajaran semua agama. Smoga kerukunan terjalin via dialog akar rumput. Di Banten kami sedang lakukan itu. Thanks
slamet henrikus @ Minggu, 29 November 2009 | 11:29 WIB
Semoga dialog antar umat beragama sungguh terwujud di tataran akar rumput. Kami sedang memulai mewujudkan itu di tanah Banten. Smoga perdamaian sungguh terwujud
Amalia Giri @ Minggu, 29 November 2009 | 07:51 WIB
menurut hehat saya perdamain/ kerukunan beragama harus bersumber dari cinta kasih, menyadari bahwa kita umat manusia adalah satu keluarga yang berasal dari satu sumber yaitu Allah sendiri, sehingga dgn cinta kasih segala konflik dapat diselesaikan, sehingga kita dapat hidup rukun, damai,saling berdampingan mengisi kehidupan ini, seperti tujuan Allah mencptakan kita.

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: