
Minggu, 29 November 2009 | 03:19 WIB
London, Sabtu -
Dalam 12 pertemuan sebelumnya sejak 2002, Davydenko belum sekalipun mengalahkan maestro asal Swiss tersebut. Baru pada pertemuan ke-13, Davydenko mengakhiri mimpi buruknya.
Pada laga final hari Minggu ini, Davydenko akan berhadapan dengan pemenang antara Juan Martin del Potro dan Robin Soderling yang saat koran ini dicetak masih bertanding.
Mendapat waktu istirahat lebih lama, Federer tak mampu memanfaatkan keuntungan itu. Servis pertama yang seharusnya menjadi andalan di lapangan cepat justru menjadi titik lemah.
Set pertama mutlak jadi milik Davydenko setelah mematahkan servis Federer di game ke-3 dan ke-5. Meski sempat balik mematahkan servis Davydenko di game ke-6, Federer belum mampu menemukan irama terbaiknya dan banyak melakukan kesalahan sendiri (unforced error).
Davydenko yang memang sedang menanjak penampilannya sejak pernikahannya dengan Irina tampil taktis dan banyak menekan Federer lewat pukulan- pukulan yang dalam serta menyudut. Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, Davydenko unggul telak 6-2 di set pertama.
Statistik set pertama jelas menunjukkan keunggulan Davydenko yang membukukan 52 persen sukses servis pertama dibandingkan Federer yang hanya 40 persen. Meski unggul winners (pukulan yang menghasilkan angka) ketimbang Davydenko, Federer juga membukukan unforced error yang lebih banyak.
Memasuki set kedua, Federer mulai konsisten dengan servis pertamanya. Davydenko, yang tidak terlalu bagus dalam pengembalian servis, beberapa kali terperangah karena servis Federer mengarah ke badannya.
Meski mulai stabil, Federer tetap kesulitan mematahkan servis Davydenko yang bertarung habis-habisan merebut tiap poin. Sampai dengan game ke-9, masing-masing petenis mempertahankan servisnya. Baru pada game ke-10, saat Davydenko memegang servis, Federer tampil beringas dan langsung menyerang servis kedua Davydenko. Setelah reli panjang berakhir dengan pukulan Davydenko yang keluar lapangan, Federer merebut set kedua dengan 6-4.
Set ketiga berlangsung lebih ketat dan servis game terjadi sampai dengan game ke-11 sebelum servis Federer dipatahkan. Davydenko kemudian mencatat sejarah setelah backhand Federer menyangkut di jaring.
Davydenko menembus semifinal setelah mengalahkan Robin Soderling, 7-6, 4-6, 6-3, pada laga Jumat malam atau Sabtu dini hari WIB. Sukses petenis Rusia kelahiran Belarus ini sekaligus mengubur mimpi Novak Djokovic mempertahankan gelarnya.
Pada pertandingan sesi siang, Djokovic sebenarnya membuka peluang lolos ke semifinal setelah mengalahkan Rafael Nadal, 7-6, 6-3. Namun, kemenangan Soderling memupus harapan itu.
Dalam peringkat akhir Grup B, Djokovic yang punya rekor set 4-3 tersingkir oleh Davydenko yang mencatat rekor 5-3. Posisi pertama grup ini ditempati Soderling yang mencatat 5-2.
Djokovic mengakui, kegagalannya mempertahankan gelar disebabkan dia menyerahkan nasibnya kepada orang lain. Pada pertandingan pertama, Djokovic menang atas Davydenko, tetapi kemudian kalah dari Soderling. (Reuters/afp/joy)