Rabu, 10 Februari 2010
KOMPAS/ARBAIN RAMBEY
Rumah Hendrawan tampak depan.
Rumah yang Bikin Kangen

Minggu, 29 November 2009 | 04:08 WIB

Yulia Sapthiani

Kenyamanan dan ketenangan. Inilah yang dicari Hendrawan dari rumahnya yang berada di Raffles Hills, Cibubur, Jakarta. Maka, setiap kali pulang ke Indonesia, Hendrawan lebih senang menghabiskan waktunya di rumah bersama sang istri, Silvia Anggraeni, serta kedua anak mereka, Josephine Sevilla Anggriawan (8) dan Alexander Thomas Anggriawan (7).

Pekan lalu Hendrawan memilih beristirahat di rumah setelah mengikuti kegiatan orangtua murid di sekolah anaknya. Apalagi, setelah menjadi pelatih tim bulu tangkis Malaysia, Hendrawan memiliki waktu terbatas untuk bertemu keluarga. Selama berada di Malaysia, dia tinggal di asrama di sekitar tempat latihan.

”Di rumah ini suasananya nyaman banget,” kata Hendrawan menyebut suasana rumah yang selalu dia rindukan saat berada di Malaysia.

Rasa nyaman yang didapat Hendrawan terutama karena letak rumahnya yang di pinggiran Kota Jakarta sehingga jauh dari hiruk pikuk kota besar. ”Kemacetan di Jakarta makin parah, saya sudah tidak tahan. Begitu sampai di rumah, rasanya tenang,” ujar Hendrawan.

Suasana di sekitar Blok I-6 yang dia tinggali memang tenang. Kalaupun ada keramaian, hanya suara kedua anaknya yang bermain dengan teman-teman mereka di depan rumah.

Hal lain yang juga membuat Hendrawan betah di rumah adalah hubungan baik yang terjalin dengan tetangga. Ini karena setiap rumah di kompleks tersebut tidak dibatasi pagar sehingga memunculkan kesan hubungan terbuka antarpemilik rumah.

”Beberapa tahun lalu kami bahkan suka makan bersama menjelang akhir tahun. Tetapi, lama-kelamaan banyak yang pergi liburan menjelang mau akhir tahun,” tutur Hendrawan menceritakan kedekatan dengan para tetangga.

Di dalam rumah, kenyamanan diciptakan dengan mengubah beberapa bagian desain yang diberikan pihak pengembang sebelum rumah dibangun. Salah satunya dengan memasang kaca besar di bagian atas dinding ruang keluarga yang bisa dibuka dan ditutup dari lantai 2. Jika dibuka, embusan angin terasa ke dalam rumah hingga tidak perlu lagi pendingin udara untuk menyejukkan ruangan.

Cucuran keringat

Rumah dua lantai yang dibangun di atas tanah 200 meter persegi itu dibeli Hendrawan dari cucuran keringat selama menjadi pemain bulu tangkis. Hendrawan sebenarnya pernah menerima hadiah rumah dari klubnya, Tangkas Jakarta, setelah meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000. Namun, rumah hadiah di Bekasi ini dijual karena tidak ada yang merawat.

Sebelum tinggal di Cibubur, pria asal Malang ini juga pernah menempati rumah yang dia beli di Sentul tahun 1999. ”Tetapi, setelah menikah dan mempunyai anak, saya merasa repot karena jauh dari pelatnas di Cipayung. Akhirnya rumah di Sentul juga dijual, lalu beli di sini,” kata Hendrawan.

Selain ruang tamu, di lantai satu rumahnya juga terdapat ruang makan yang di salah satu dindingnya ditempeli kaca untuk memberi kesan luas. Ruang makan ini terletak bersebelahan dengan ruang keluarga tempat berkumpul dengan sanak saudara.

Di sudut ruangan di bagian belakang, Hendrawan mengubah ruangan yang tadinya berfungsi sebagai kamar utama menjadi tempat les dan bermain untuk anak-anak. Suasana kamar dibuat ceria dengan memadukan beberapa warna untuk dindingnya, seperti biru muda dan merah muda.

Saat sanak saudara datang untuk menginap, tempat bermain anak-anak ini juga bisa difungsikan sebagai kamar tamu.

Satu hal yang menarik di lantai satu ini adalah adanya toilet kecil yang letaknya tepat di sebelah ruang tamu, di bawah tangga menuju lantai dua. Di toilet kering berukuran sekitar 1 x 2 meter ini terdapat beberapa lukisan di atas kanvas kecil yang dipajang di dinding di atas wastafel.

”Itu lukisan anak-anak. Daripada dibuang, lebih baik dipajang jadi hiasan,” kata Silvia yang juga mantan pemain bulu tangkis nasional ini.

Dengan memindahkan fungsi kamar utama ke lantai 2, lantai ini pun menjadi bagian rumah yang lebih privat. Bersebelahan dengan kamar utama yang sering dipakai berkumpul oleh Hendrawan dengan istri dan anak-anak, terdapat kamar anak yang merupakan gabungan dari dua ruangan.

Untuk menambah kenyamanan di rumahnya, Hendrawan berencana membuat balkon. ”Supaya bisa dipakai saat santai sambil minum kopi atau teh sore hari,” katanya.

Karena berbagai kenyamanan inilah Hendrawan tak berniat menjual rumah ini seperti dua rumah sebelumnya, termasuk jika suatu saat harus memboyong istri dan anak-anaknya pindah ke Malaysia. ”Enggak, kalau yang ini enggak akan dijual. Suasananya sudah enak,” kata Hendrawan.

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: