
Minggu, 29 November 2009 | 04:09 WIB
Saat memasuki rumah Hendrawan, kesan meriah terasa begitu melihat deretan foto yang dipajang di dinding. Hampir di setiap ruangan dindingnya dihiasi foto berbagai ukuran.
Foto dengan ukuran paling besar adalah foto pernikahan Hendrawan dan Silvia Anggraeni yang dipajang di ruang tamu. Sesama mantan pemain bulu tangkis nasional ini menikah tahun 2001.
Di ruang makan terdapat dua foto dengan latar belakang alam. Yang satu adalah foto Hendrawan dan Sylvia dan satunya lagi adalah foto kedua anak mereka, yang dipanggil Lala dan Juan. ”Itu foto di
Selain ruang tamu dan ruang makan, foto-foto lain juga ditempelkan di dinding ruang keluarga dan kamar tidur.
Dari deretan foto tersebut, koleksi foto Hendrawan saat menjadi pemain tentu saja paling dominan. Salah satunya foto ketika dia meraih prestasi tertinggi individu, yaitu saat mendapat medali perak Olimpiade Sydney 2000 setelah kalah dari Ji Xinpeng (China) di final.
Ada pula foto ketika dia turut mengantarkan Indonesia meraih Piala Thomas 2002 di Guangzhou, China. Salah satu kejadian yang pasti diingat oleh mereka yang menonton final Indonesia melawan Malaysia saat itu adalah ketika Hendrawan berlari dari kejaran rekan satu tim di lapangan.
Kegembiraan dengan cara ini dilampiaskan Hendrawan setelah menjadi penentu kemenangan, 3-2, Indonesia atas Malaysia. Tetapi setelah itu, Hendrawan pun terisak saat dielu-elukan teman-temannya.
Dari semua foto yang dipajang, yang paling menyita perhatian adalah lima foto di ruang tamu saat Hendrawan bersalaman dengan lima Presiden Indonesia, mulai dari Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan dengan para presiden tersebut rata-rata terjadi sebelum atau sesudah mengikuti kejuaraan beregu, yaitu Piala Thomas dan Piala Sudirman.
”Satu-satunya presiden yang enggak ada adalah Soekarno. Itu juga karena saya belum lahir,” canda Hendrawan yang lahir di Malang, 27 Juni 1972.
Pertemuan dengan Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati terjadi saat Hendrawan masih menjadi pemain, sementara fotonya dengan Yudhoyono diambil setelah dia menjadi pelatih.
Dua dari lima foto dengan presiden tersebut memiliki cerita unik. Foto saat bersalaman dengan Soeharto terjadi tahun 1998 saat Tim Indonesia akan berangkat ke Hongkong untuk bermain dalam kejuaraan Piala Thomas dan Uber yang berlangsung 15-24 Mei. Itu berarti sebelum Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Presiden Indonesia.
Adapun foto dengan Habibie berlangsung setelah Tim Indonesia kembali dari Hongkong dan membawa pulang Piala Thomas. ”Jadi, waktu pergi presidennya masih Soeharto, saat pulang sudah ganti jadi Habibie,” cerita Hendrawan.