
Minggu, 29 November 2009 | 04:10 WIB
Bre Redana dan Frans Sartono
Tubuhnya yang berproporsi ideal—tinggi 165, berat badan 47 kilogram, lingkar dada 32 (c)—dibalut busana hitam yang memperlihatkan satu bagian pundaknya. Alangkah beruntung orang yang usaha bisnisnya mempersonifikasi dalam diri sendiri: sang aku menjadi duta dari bidang yang kebetulan pula dia gemari.
Tak perlu sungkan untuk menyatakan kekaguman bahwa wanita ini, Fitria Yusuf (26), tampak
Fifi—panggilan akrab Fitria—tertawa. ”Wanita mana sih yang tidak suka dipuji sexy, dengan konotasi yang baik tentunya...,” tukasnya. Ia sendiri mengaku tersanjung setiap kali dipuji oleh suaminya. ”Makanya, jadi cowok sering-sering memuji istri,” nasihatnya. Kata dia, wanita makin dipuji akan makin bersemangat untuk berdandan.
Benar juga kelihatannya. Fitria menjelaskan, busana hitam yang dikenakannya itu bermerek Blackhalo—satu merek dari Amerika. Di balik busana itu, seperti dijelaskannya sendiri, ia mengenakan bra yang sifatnya
Untuk mengetahui pernak-pernik kebutuhan wanita, Fitria adalah alamat yang tepat. Dia menjelaskan, baginya
”Berbeda dengan
Dengan latar itu, dia hendak menjelaskan, bagaimana ia harus memutar otak untuk mendapatkan barang yang diinginkannya, tanpa harus bergantung pada sang ibu, dalam arti menurut ibu benda itu bagus atau tidak. Kemudian dia membaca iklan di sebuah majalah wanita, mengenai butik yang menerima penjualan tas
Kedekatan pada barang-barang bermerek itu pula yang membawa Fitria kemudian bekerja di majalah
Dari pengalaman berkecimpung di media, Fitria merasakan susahnya mencari barang-barang tertentu. Dia melihat perlunya semacam direktori atau panduan bagi orang-orang yang ingin tahu. Itulah yang kemudian mendorongnya untuk menyusun buku berjudul
Di luar itu, Fitria juga memiliki semacam butik, yang ia maksudkan sebagai
”Ini dari kristal,” kata Fitria sembari menunjukkan Blackberry-nya yang kelihatan menyala dengan cover yang, katanya, didesainnya sendiri itu. ”Sekarang ini juga sudah dijual di Singapura dan Malaysia,” tuturnya, sembari menjelaskan berbagai line berikut harganya dari produk tersebut.
Bagi Fitria,
Fitria menuturkan, pilihan pribadinya dalam berbusana yang sekaligus menjadi semacam
”Baju-baju saya kebanyakan berwarna netral. Mengapa, karena itu bisa dipakai berkali-kali,” tuturnya. ”Jaket yang saya kenakan sebelum saya memakai pakaian ini tadi dari desainer muda kita, Stella Rissa.” tambahnya. Selebihnya, katanya, dia menggolongkan diri sebagai wanita yang berdandan terutama untuk diri sendiri terlebih dahulu, sebelum untuk orang lain.
Hmm. meski bukan dianggap prioritas, kami diam-diam sangat menikmati....